alexametrics

Pasar Tablet Global Menyusut, Penjualan iPad Turun Tapi Masih Dominan

loading...
Pasar Tablet Global Menyusut, Penjualan iPad Turun Tapi Masih Dominan
Apple yang baru saja merilis dua tablet terbarunya dinyatakan masih memimpin pasar ditengah melesuhnya pasar table global. Foto/ist
A+ A-
CUPERTINO - Analis IDC menyatakan, Apple masih terus memimpin pasar tablet global, meskipun penjualan iPad turun dalam pendapatan kuartalan terbaru. Dibandingkan penurunan 8,6% dari keseluruhan pasar pada kuartal ketiga, penurunan iPad tidak besar.

Apple mengumumkan, dalam laporan pendapatan kuartalan pada Jumat lalu, bahwa mereka menjual 9,7 juta iPad pada kuartal sebelumnya. Ini menunjukkan adanya penurunan dari 10,3 juta unit pada kuartal ketiga 2017. Meskipun turun 6%, penjualan mereka masih jauh lebih tinggi daripada pabrikan lainnya di pasar tablet.

Menurut data IDC, dilansir dari laman Giz China, Sabtu (4/11/2018), pangsa pasar Apple di tablet adalah 26,6% atau naik dari 25,9% pada periode yang sama tahun lalu. Peningkatan pangsa pasar Apple dikaitkan dengan penurunan pesaing lain di pasar.



"iPad, yang diluncurkan pada akhir Maret tahun ini terus mendorong penjualan keseluruhan iPad, meskipun tidak dapat mempertahankan pertumbuhannya sejak kuartal ketiga 2017," tulis IDC.

Pada daftar IDC, Apple masih jauh di depan saingan utamanya Samsung. Raksasa Korea itu baru menjual 5,3 juta tablet pada kuartal ketiga 2018 dengan pangsa pasar 14,6%. Angka ini lebih rendah dari 6 juta pada periode yang sama tahun lalu dan saat itu penguasaan pasarnya 15%.

"Pasar tablet lebih seperti pasar PC tradisional daripada sebelumnya," kata Jitesh Ubrani, analis riset senior. "Meskipun telah menduduki peringkat lima besar, Apple dan Samsung terus berinvestasi dalam inovasi dan pemasaran produk, yang membantu kedua perusahaan untuk membedakan diri dari perusahaan lain."
(mim)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak