alexametrics

China Produksi Kamera Berbasis Android yang Mendukung Lensa Canon

loading...
China Produksi Kamera Berbasis Android yang Mendukung Lensa Canon
Kamera YN450 yang mendukung lensa Canon dan beroperasi di OS Android 7.1. Foto/ist
A+ A-
SHANGHAI - China sudah menguasai teknologi di hampir semua sektor. Selain kuat di smartphone, sumber daya manusia (SDM) setempat juga menggarap secara serius industri pencitraan.

Lihat saja kemampuan Yongnuo menggoda pasar kamera digital China dengan kamera mirrorless terbarunya yang segera didistribusikan ke konsumen. Sebelum peluncurannya, Yongnuo telah mengungkapkan beberapa spesifikasi dasar dari handset.

Dilansir dari laman Peta Pixel, Senin (5/11/2018), perangkat Yongnuo adalah kamera mirrorless yang didukung Android dan juga mendukung lensa EF Canon. Kamera ini disebut sebagai YN450, tapi Yongnuo memilih menjalankan kontes untuk memberinya nama yang lebih baik.



Di dalam kamera terdapat sensor 16 MP Four Thirds bersama prosesor Qualcomm 8 core. Kamera menjalankan Android 7.1 untuk sistem operasinya dan memiliki RAM 3 GB dengan memori internal 32 GB yang dapat ditingkatkan sebanyak 32 GB dengan microSD.

Selain foto belakang 16 MP (dengan fungsi RAW), kamera juga dapat merekam video 4K pada 30fps. Sedangkan foto kamera depannya 8 MP.

Di bagian belakang kamera terdapat layar multitouch 1080p seluas 5 inci. Kamera ikut menyertakan fitur dan spesifikasi lainnya, termasuk mikrofon stereo, GPS, headphone jack 3.5mm, lampu LED ganda, dan baterai 4.000 mAh.

Sekilas banyak spesifikasi yang mungkin terdengar mirip dengan apa kemampuan smartphone terbaru saat ini -bahkan ada kamera selfie-. Faktanya handset mendukung lensa DSLR dan menampilkan sensor Four Thirds yang besar.

Sayangnya belum ada kabar kapan Yongnuo YN450 akan tersedia atau berapa harga yang harus ditebus konsumen peminatnya.
(mim)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak