alexametrics

Dibuat Terbatas

Dipastikan Cuma Orang Beruntung Bisa Memiliki Yamaha GYTR R1

loading...
Dipastikan Cuma Orang Beruntung Bisa Memiliki Yamaha GYTR R1
Yamaha GYTR R1 tampil di EICMA 2018. FOTO/ Visordown
A+ A-
MILAN - Pada ajang EICMA 2018 yang berlangsung di Milan Italia 6-11 November 2018, Yamaha memboyong motor terbaru seperti XMax, All New R25, Niken GT dan 3CT. Ternyata Yamaha juga membawa motor yang diproduksi terbatas yakni Yamaha GYTR R1.

Yamaha GYTR R1 dihadirkan untuk perayaan ulang tahun R1 ke-20, motor ini dibuat terbatas pada hanya 20 unit saja di seluruh dunia. Artimya hanya orang beruntung saja yang saja bisa memiliki motor ini.

Motor ini diklaim khusus track balap, karena dilengkapi suspensi balap Ohlins, rem Brembos, radiator spek balapan, fairing full serat karbon, beratnya di bawah 170kg.



Yamaha R1 (YZF-R1) telah memasuki tahun produksi ke-20 pada 2018. Pertama kali diperkenalkan kepada publik di tahun 1998, kehadiran motor sport perkasa ini sukses memberikan warna pada setiap kompetisi balap motor yang diselenggarakan di berbagai belahan dunia, mulai dari adu kecepatan di lintasan trek pada ajang WSBK1000, hingga berduel adu balap ketahanan di event Endurance World Championship (EWC).
Dipastikan Cuma Orang Beruntung Bisa Memiliki Yamaha GYTR R1

Pada gelaran Suzuka 8 Hour tahun ini, Yamaha bahkan mengeluarkan livery khusus untuk YZF-R1 sebagai bentuk memperingati lahirnya motor tersebut. Dan menjadi teramat spesial, tim Yamaha Factory Racing bersama ketiga rider-nya yakni Alex Lowes, Michael van Der Mark serta Katsuyuki Nakasuga sukses mengukir sejarah dengan mencatatkan “Quattrick Victory” atau kemenangan empat kali berturut-turut melalui perjuangan yang cukup dramatis serta heroik.

Dalam rangka momen 20th Anniversary Yamaha R1, mari kita sedikit menengok kebelakang mengulas perjalanan sang “Mahakarya” pada tiap generasinya, serta mencermati bagaimana Yamaha secara konsisten mengembangkan motor tersebut hingga menjadi salah satu motor sport terbaik yang ada di dunia.

1998 – 1999


Yamaha meluncurkan motor sport yang kemudian mengubah sudut pandang orang tentang arti sebuah sport bike bertenaga. Mendesain ulang mesin Genesis untuk menciptakan motor yang lebih kompak bersama dengan gear box bertumpuk baru yang memungkinkan para insinyur untuk memendekan dasar roda, memadatkan sasis dan menurunkan pusat gravitasi. Penggunaan empat CV Karburator Kehin yang dapat menyemburkan tenaga mencapai 140BHP, Yamaha R1 secara spontan sukses menggemparkan pasar motor sport pada tahun itu.

Di tahun 1999 terjadi perubahan minor terhadap motor yang meliputi warna & grafik desain serta sentuhan pada gear box dan tangki.

2000 - 2001


Yamaha memperkenalkan berbagai perubahan untuk model di tahun 2000 termasuk pengurangan berat, peningkatan power pada tarikan bawah dan tengah serta desain ulang terhadap posisi berkendara yang lebih ekonomis. Perubahan ini bukan untuk menciptakan ulang sepeda motor melainkan hanya mempertajam produk yang ada sehingga membuatnya lebih mudah digunakan namun tetap dapat mempertahankan gaya motor sport yang ikonik.

2002 - 2003

Perubahan besar terjadi pada lini produksi di tahun 2002, Yamaha R1 muncul dengan teknologi Fuel Injection serta rangka Deltabox baru yang meningkatkan kekokohan (lebih rigid) hampir 30%. Knalpot baru juga di aplikasikan besamaan dengan stripping, lampu serta indikator yang terlihat lebih moderen.

2004 – 2006


Pada tahun 2004, semua pabrikan sepeda motor mulai memasuki pasar motor sports 1000cc dan kondisi itu membuat persaingan di show room semakin memanas. Setelah dua tahun lalu mengalami perubahan secara signifikan, banyak yang mengharapkan model baru R1 selanjutnya hanya tampil dengan sedikit perbaikan, tetapi Yamaha memiliki ide lain. Tenaga bertambah, berat berkurang, penempatan knalpot baru pada bagian bawah jok memungkinkan motor untuk bernafas lebih baik ketika dikombinasikan dengan sistem ram air feed. Sistem pengereman juga ditingkatkan untuk mengimbangi performa baru R1. Tahun 2006 R1 tampil dengan swing arm yang lebih panjang untuk meningkatkan stabilitas berkendara.

2007 – 2008

Yamaha R1 kembali ke sistem tradisional dengan pengoprasian 4 katup per silinder agar dapat menghasilkan tenaga lebih tinggi mencapai 157BHP yang keluar melalui ban belakang. Rangka serta mesin juga mengalami sentuhan pengembangan sehingga sukses membuat performa motor menjadi lebih optimal namun tetap mudah untuk digunakan.

2009 – 2014

Mengaplikasikan teknologi yang secara langsung diambil dari paddock MotoGP, Yamaha secara resmi mengumumkan All New R1 di tahun 2009. Penggunaan Cross-plane crank shaft plus Big-Bang Fairing Order pada bagian dapur mesin efektif menghasilkan tenaga yang sangat besar. Fitur D-mode Throttle Control Valve Maping memungkinkan rider mengatur mesin sesuai dengan gaya dan kondisi berkendara melalui tiga opsi pemetaan yang berbeda.

Adapun peningkatan handling terjadi berkat perubahan pada sektor frame, sub frame, swing arm, dan electronic steering damper (stabilizer pada stang kemudi).

2014 – 2018

Yamaha R1 generasi terbaru hadir di tahun 2014 dan menampilkan teknologi canggih yang terdepan dalam industri roda dua dan belum pernah digunakan pada sepeda motor produksi masal lainya. Fitur canggih tersebut mencakup Traction Control System (TCS) dan Slide Control System (SCS), anti- Wheelie Lift Control System (LIF), Linked Anti-lock Brake, Launch Control System (LCS), Quick Shift System (QSS), dan selectable power mtode.
(wbs)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak