alexametrics

Ini yang Memicu Kenapa Banyak Startup Hanya Hidup Seumur Jagung

loading...
Ini yang Memicu Kenapa Banyak Startup Hanya Hidup Seumur Jagung
Ketua Umum idEA, Ignatius Untung dan Ketua Bidang Human idEA, Sofian Lusa saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (8/11/2018). Foto/Intan R/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Perkembangan startup atau perusahaan rintisan di Indonesia jumlahnya semakin tumbuh pesat setiap tahun. Namun perlu diketahui semua orang bahwa dunia startup bukanlah sesuatu yang selalu menjanjikan akhir bahagia.

Banyak startup yang telihat menjanjikan tapi kenyataannya gagal di tengah jalan. Menurut Ketua Bidang Human Capital Development Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Sofian Lusa, penyebab utama startup yang hanya seumur jagung karena euforia yang terlalu berlebihan di awal pendirian. Tidak hanya dari segi pelaku startup, tapi euforia juga ada pada para investor.

"Mulai tahun 2013 sampai 2015, investor jor-joran ngucurin dana, menganggap penduduk Indonesia banyak jadi pasti laku semua," tuturnya saat ditemui dalam acara idEA di Senopati, Jakarta Selatan, Kamis (8/11/2018).

Ketua Umum idEA, Ignatius Untung, menjelaskan, rata-rata umur startup di Indonesia hanya 1-2 tahun. Selain itu, kegagalan perusahaan rintisan ini kerena tidak ada kesempatan untuk mentoring.

"Sebenarnya kalau mereka bisa mendapat kesempatan mentoring, ketika bertemu dengan orang yang lebih pengalaman pikiran akan terbuka. Ohh ternyata saya selama terlalu optimistis sehingga tidak menjadi realistis," papar Ignatius.

Dia mengutarakan, proses yang terjadi memang seperti itu. Ada beberapa startup masuk secara bersama-sama, lalu bakal ada seleksi alam. Terpenting, kata dia, sekarang yang harus digalakkan adalah jika memang gugur, setidaknya mereka masih ada.

"Kalau gugur bisa dibeli bisa diakuisisi, kan enak ada win-win solution. Yang bertahan pun dia punya tambahan, yang dibeli dia engga gurutu dengan buang waktu dan buang uang," ujarnya.
(mim)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak