alexametrics

Gunakan Fasilitas Sekolah untuk Menambang Bitcoin, Kepsek Dipecat

loading...
Gunakan Fasilitas Sekolah untuk Menambang Bitcoin, Kepsek Dipecat
Ilustrasi Bitcoin. FOTO/ Ist
A+ A-
JAKARTA - Seorang kepala sekolah menengah atas di Hunan, China terpaksa dibebas tugaskan karena ketahuan menggunakan listrik dan komputer sekolah untuk menambang uang virtual (crptocurrency).

Aksinya terungkap karena kecurigaan beberapa guru. Awalnya mereka mendengar suara bising kipas dari pagi hingga malam hari.

Saat para guru melapor, Lei Hua sebagai kepala sekolah malah tidak menggubris dan mengatakan bahwa suara itu datang dari kipas mesin pendingin ruangan, serta perangkat elektronik lain.

Namun para guru mulai melihat gelagat yang aneh, ditambah tagihan listrik bulanan yang membengkak hingga 14.700 yuan atau sekitar Rp 31 juta.



Lei Hua, akhirnya ketahuan memasang delapan mesin di sebuah kelas sekolah selama setahun terakhir. Dilaporkan BBC, Senin (12/11/2018), Hua mengaku sebelumnya menambang Ethereum (sejenis Bitcoin) di rumahnya, namun ia sadar bahwa kegiatannya itu memakan banyak daya listrik lalu ia memindahkan perangkat ke sekolah.

Penambangan mata uang virtual ini memang membutuhkan konsumsi listrik yang besar. Karena komputer harus terus menerus menyumbangkan daya utuk memvalidasi transaksi, artinya mesin penambangan yang kuat dapat menghasilkan lebih banyak koin.

Tentunya hal itu juga menyebabkan perangkat menjadi cepat panas dan bising.

Tak hanya sendiri, Hua, juga mengajak wakil kepala sekolah untuk terlibat dalam aksinya. Atas tindakan mereka, Lei Hua telah resmi dipecat sedangkan wakil kepala sekolah diberikan surat peringatan resmi.
(wbs)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak