alexametrics

Tahun Depan iPhone Gunakan Teknologi Antena Baru Berteknologi 5G

loading...
Tahun Depan iPhone Gunakan Teknologi Antena Baru Berteknologi 5G
Apple diramalkan akan memperbarui teknologi antenanya untuk mengakali kemampuannya di jaringan 5G. Foto/ist
A+ A-
CUPERTINO - Analis Apple ternama, Guo Minghao telah mengungkap mengenai teknologi antena dari jajaran iPhone 2019 dalam laporan investor baru pekan ini. Analis memprediksi model Apple iPhone selanjutnya akan memperkenalkan teknologi MPI (modifikasi polyimide) yang baru.

Guo Minghao menunjukkan dalam laporannya ada beberapa alasan mengapa Apple akan melakukan perubahan seperti itu. Pertama, daya tawar Apple lebih rendah bila menyangkut pemasok bahan polimer LCP (liquid crystal polymer). Tidak hanya itu, sulit bagi Apple untuk memperkenalkan pemasok LCP baru karena kompleksitas produksi material LCP.

Kedua, lanjut Guo Minghao, material LCP lebih rapuh daripada alternatif lain. Sehingga kecepatan produksi tidak dapat ditingkatkan dan dampaknya, kinerja antena dapat terpengaruh. Laporan itu menyatakan kinerja antena MPI bisa sama baiknya dengan antena LCP.

Secara khusus, Guo Minghao meramalkan iPhone akan menggunakan empat antena MPI dan dua antena LCP pada 2019. Saat ini, iPhone XR, iPhone XS dan iPhone XS Max dilengkapi dengan enam antena LCP.

Di sisi pemasok, Guo Minghao percaya Apple akan memiliki lima pemasok antena MPI tahun depan. Dan pemasok ini akan bersaing dalam harga, yang juga meningkatkan daya tawar Apple sendiri. Untuk antena LCP, Guo Minghao memperkirakan antena LCP iPhone akan secara eksklusif dipasok oleh pemasok Jepang di 2019.

Untuk konsumen rata-rata, perubahan dalam bahan antena tampaknya tidak menjadi perubahan yang signifikan. Guo Minghao mengatakan, bahwa antena LCP dan MPI juga dapat mempromosikan teknologi 5G, sekaligus memberikan stabilitas dan konsumsi daya yang rendah.
(mim)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak