alexametrics

Teknologi Polycom Sokong Cara Kerja Cerdas di Era Digital

loading...
Teknologi Polycom Sokong Cara Kerja Cerdas di Era Digital
Minhaj Zia, Vice President for Polycom in India, SAARC & SEA (tengah) saat menjelaskan fitu-fitur yang ada dalam solusi yang ditawarkan kepada perusahaam atau umkm di Indonesia. Foto/ist
A+ A-
JAKARTA - Di dunia ekonomi digital saat ini, pengetahuan dan penguasaan menjadi komoditas baru. Sedangkan teknologi menjadi salah satu kunci yang mendorong terwujudnya transformasi di setiap lini kehidupan manusia di kota-kota besar Asia, mulai dari kehidupan sehari-hari, cara belajar, hingga bekerja.

Terbangunnya infrastruktur jaringan broadband berkecepatan tinggi membawa makna tersendiri bagi masyarakat dalam memanfaatkan teknologi. Yakni, keleluasaan untuk bekerja dari manapun lokasinya, dengan cara-cara kerja yang mereka kehendaki.

“Pola bekerja seperti ini kini sudah menjadi hal yang mafhum diterapkan dalam kegiatan bisnis sehari-hari,” kata Minhaj Zia, Vice President for Polycom in India, SAARC & SEA, baru-baru ini.



Menurut studi Polycom Future of Work 2017, 62% dari seluruh angkatan kerja lintas generasi di masa kini telah menerapkan pola bekerja dari manapun lokasinya. Sementara 98% dari seluruh populasi angkatan kerja global yakin, bahwa dengan pola bekerja seperti ini akan membawa dampak positif bagi produktivitas.
Teknologi Polycom Sokong Cara Kerja Cerdas di Era Digital

“Sebanyak 90% responden yakin bahwa teknologi kolaborasi berbasis video dukung terjalinnya relasi kerja yang kuat di antara rekan-rekan setim,” sebut Minhaj Zia.

Hasil survei ini menggambarkan untuk menyukseskan terwujudnya pola bekerja dari lokasi manapun, perusahaan dan lembaga-lembaga organisasi wajib memenuhi kebutuhan tersebut. Caranya dengan membangun satu lingkungan yang memungkinkan masing-masing individu maupun tim dalam sebuah perusahaan dapat bekerja secara kolaboratif dan produktif di manapun berada.

Nah kebutuhan tersebut memerlukan inovasi-inovasi mutakhir cerdas yang mendukung kolaborasi. Di antaranya, pengenalan wajah cerdas dan kamera triangulasi suara, teknologi berbagi konten nirkabel, antarmuka ‘click to join’ meeting yang simpel, AI dan teknologi analitik canggih, menjadi kunci dalam mewujudkan terselenggaranya ‘meeting’ yang cerdas dan kian produktif. “Kehadiran solusi ini secara frontal akan terus membawa perubahan-perubahan sekaligus membentuk pola-pola baru dalam bekerja,” ucapnya.

Dikatakannya, Polycom berperan penting dalam membentuk pola-pola komunikasi bisnis yang canggih selama 25 tahun terakhir. Ditambah lagi dengan kiprahnya sebagai yang terdepan di kancah industri komunikasi terpadu.
Teknologi Polycom Sokong Cara Kerja Cerdas di Era Digital

Dia menjamin perusahaan mendukung terbangunnya sebuah koneksi kaya yang mendukung kolaborasi antarindividu, kapanpun dan di manapun. Konsistensinya yang kuat dalam menjalin terwujudnya kolaborasi antara individu dengan individu yang lain, akan mendorong tumbuhnya dunia dan lingkungan kerja yang dinamis di masa depan, secara inovatif dan kian efisien.

“Kawasan ASEAN, khususnya Indonesia, memiliki potensi yang luar biasa, dan oleh karenanya, kami saat ini tengah fokus dalam menjalin kemitraan bersama dengan berbagai entitas bisnis dan pemerintahan di Indonesia dalam mengimplementasikan solusi-solusi yang mendukung dalam kolaborasi di lingkungan mereka,” ungkap Minhaj Zia.

Pihaknya yakin konsistensi dalam mendorong terwujudnya pola kerja kolaboratif antarmasing-masing individu menjadi sebuah keniscayaan yang tak bisa dielakkan lagi demi tercapainya inovasi dan produktivitas yang tinggi. Digital workspace perlu diperkaya lagi dari sisi teknologi demi mendorong terselenggaranya proses-proses kerja kolaboratif tersebut.

“Inovasi-inovasi dalam bentuk berbagi konten, voice conferencing serta video conferencing akan menjadi bagian tak terpisahkan dalam pola-pola bekerja tersebut di masa depan,” ujarnya.

Tantangan di Indonesia
Teknologi Polycom Sokong Cara Kerja Cerdas di Era Digital

Beberapa faktor kunci yang mendorong maraknya pengadopsian peranti-peranti dalam mendukung kolaborasi di Indonesia, antara lain kebutuhan untuk mengatasi kendala geografis. Dengan wilayah geografis yang luas, yakni lebih dari 17.000 pulau, kolaborasi video dianggap sebagai langkah cerdas sebagai solusi bagi kendala-kendala yang biasa dihadapi saat melakukan pertemuan-pertemuan melalui tatap muka secara langsung.

Hal ini tidak saja akan mendukung perusahaan muapun organisasi dalam berkolaborasi, tapi juga untuk menjaga terjalinnya koneksi yang baik dengan seluruh workforce atau karyawan yang berdomisili di berbagai lokasi yang terpencar-pencar. “Mobile-first Indonesia, konsumen Indonesia saat ini memiliki perilaku yang cenderung mobile-first, dengan hampir 81% akses internet paling banyak dilakukan melalui ponsel pintar. Gaya hidup yang selalu terkoneksi dengan gawai dan mobilitas yang tinggi di Indonesia menjadi kunci diterimanya pengadopsian model kerja bergerak maupun ruang kerja kolaboratif jarak jauh tersebut dengan baik,” sebutnya.

Persoalam konektivitas infrastruktur juga sudah mulai terkikis. Palapa Ring Project yang rampung di 2019 diharapkan mampu menjadi tulang punggung yang menjalinkan konektivitas seluruh wilayah di Indonesia melalui sambungan infrastruktur kabel fibre-optic bawah laut. “Meningkatnya kecepatan broadband internet dan makin luasnya cakupan jaringan diharapkan akan mampu mendukung organisasi dan perusahaan dalam mengadopsi teknologi unified communications (UC) secara luas,” pungkasnya.
(mim)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak