alexametrics

Di Bawah HMD Global, 'Handphone Sejuta Umat' Kembali Raih Kejayaan

loading...
Di Bawah HMD Global, Handphone Sejuta Umat Kembali Raih Kejayaan
HMD Global berhasil mengangkat kembali kejayaan Nokia dengan menjual 70 unit ponsel hanya dalam waktu dua tahun. Foto/ist
A+ A-
HELSINKI - HMD Global berhasil mengangkat kembali kepopuleran Nokia sebagai Handphone Sejuta Umat. Hebatnya, popularitas itu hanya diraih dalam waktu dua tahun.

Sebagian besar konsumen sendiri mungkin belum pernah mendengar tentang HMD Global yang telah bertanggung jawab atas merek Nokia sejak diperkenalkan kembali pada 2017 lalu. Strategi pasar yang dijalankannya telah membawa Nokia melalui periode pertumbuhan yang kuat.

Bagaimana tidak, Nokia tercatat sudah menjadi lima merek teratas di Eropa. Padahal sebelumnya mereka terseok-seok hanya untuk mendapat penerimaan pasar.

Sejak memperkenalkan Nokia 6 pada Januari 2017, HMD Global mengklaim telah menjual 70 juta smartphone, termasuk ponsel berfitur. Dari jumlah ini, 56 juta dijual kepada pria di atas usia 35 yang sebelumnya tahu tentang merek Nokia.

Selain itu, laman Phone Arena, Jumat (7/12/2018), mencatat, perusahaan menegaskan perangkat yang lebih murah adalah sumber pendapatan utamanya. Namun penawaran untuk ponsel utamanya secara signifikan tak terlalu bagus.

Menurut HMD Global, Nokia 6.1 saat ini adalah ponsel baru terlaris dalam skala global. Walaupun klaim itu kemungkinan besar dibuat sebagai referensi untuk segmen harga ponsel dan pasar yang saat ini dijual. Di samping itu, perusahaan mencatat bahwa baik Nokia 7 Plus dan Nokia 3.1 terbukti juga sangat populer.

Perusahaan berharap untuk terus memperkuat posisinya di pasar smartphone dengan harga Rp5 juta-6,6 juta. Karena itu, HMD Global merilis Nokia 7.1 dan Nokia 8.1 baru-baru ini.

Bahkan mereka berencana menangani pelanggan yang lebih muda dengan kampanye pemasaran baru di segmen yang berbeda, seperti area eSports.
(mim)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak