alexametrics

Sylvia Ayu Pradanawati, Peneliti

Baterai untuk Perbaiki Kehidupan Masyarakat Pedalaman

loading...
Baterai untuk Perbaiki Kehidupan Masyarakat Pedalaman
Sylvia Ayu Pradanawati, Peneliti. (Istimewa).
A+ A-
JAKARTA - Ingin memberi listrik kepada masyarakat di daerah terpencil Indonesia menjadi tujuan Sylvia Ayu Pradanawati.

Sasarannya anak-anak agar bisa lebih lama belajar saat malam hari. Kelak jika anak-anak di daerah pelosok Tanah Air berpendidikan, mereka dapat menjadi harapan hidup keluarga. Sylvi—sapaan Sylvia Ayu— memanfaatkan limbah sekam padi untuk mewujudkan keinginan tersebut.

Siapa sangka sekam padi atau kulit gabah dapat diubah menjadi bahan baterai. Seperti apa proposal penelitian yang memanfaatkan barang yang biasanya menumpuk dan menjadi sampah pertanian itu hingga meraih penghargaan dari ajang L’Oreal for Women in Science? Seperti apa pula proses dan perjuangan Sylvi untuk menjadi seorang perempuan peneliti? Inilah ceritanya kepada KORAN SINDO.

Bisa dijelaskan mengenai penelitian terbaru Anda ini?

Penelitian saya fokus pada baterai. Topiknya limbah sekam padi sebagai anoda dari baterai. Saya angkat ini karena semua orang Indonesia makan nasi dan Indonesia penghasil padi nomor tiga di dunia.

Padahal 20% dari padi itu adalah limbah sekam. Jadi terbayang sekali setiap tahun limbah itu terus meningkat. Alasan lain, saya dulu suka ke rumah nenek yang punya sawah, jadi saya sering diajak ke tempat penggilingan padi.

Kami dapat berasnya, sementara sekamnya terbuang begitu saja. Banyak sekali. Tapi tentu waktu masih kecil tidak ada niat untuk membuat sesuatu dari sampah tersebut. Hanya masih teringat hingga saat ini.

Setelah saya meriset soal baterai, silikon itu merupakan kandidat anoda yang baik. Ternyata sekam padi mengandung silikon yang tinggi sehingga dari ide awal yang sederhana itu saya mau bikin anoda silicon base dan yang silikonnya berasal dari limbah sekam padi.

Bagaimana proses dari sekam bisa menjadi baterai?

Pertama, setelah kita dapatkan, limbah sekam padi kemudian dibakar untuk dijadikan arang. Arang itu sebenarnya terjadi reaksi silikon (simbol kimianya Si O) nanti akan kita pisah Si dari O, jadi tinggal silicon saja.

Riset terbaru menunjukkan bahwa silikon saja tidak bagus untuk anoda. Yang bagus itu isi Si + C atau Silicon Carbon. Jadi terpisahkan dari O namun dimasukkan C. Berita baiknya adalah si O dan C sama-sama terkandung pada sekam padi.

Jadi saya hanya tinggal memisahkan O, lalu digabung dengan C. Memang tidak semudah itu, perlu suhu tinggi untuk silikon lepas dari O agar silikon jadi sendiri. Perlu suhu yang lebih tinggi lagi untuk menggabungkan Si dan C.

Hasil bentuknya seperti arang padat untuk baterai. Kalau baterai kan ada katoda, anoda, elektrolit. Anoda saat ini dari karbon atau bisa dari grafit dan sebagainya. Saya ingin bikin anoda ini dari silikon karena kalau dibandingkan dengan grafien kapasitasnya lebih tinggi

Apa tujuan penelitian ini?

Berbicara mengenai kapasitas, di Indonesia rasio elektronifikasi sudah mencapai 95% mendapat listrik. Sisanya 5% itu daerah terpencil, yang PLN tidak bisa jangkau. Mau tidak mau kita harus punya energi terbarukan dan dia harus berdiri sendiri.
halaman ke-1 dari 5
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak