alexametrics

Bukalapak Targetkan Rp1,6 T Saat Harbolnas

loading...
Bukalapak Targetkan Rp1,6 T Saat Harbolnas
Co-Founder & President Bukalapak Fajrin Rasyid (kanna), Vice President of Marketing Bukalapak Bayu Syerli, (kiri) dan aktris dan penggiat sosial Dian Sastrowardoyo hadir pada peluncuran After.11 Harbolnasnya Bukalapak Promo Tiada Ampun, Jakarta, Senin (1
A+ A-
JAKARTA - Dalam menyambut hari belanja online nasional (Harbolnas) pada 12.12 mendatang, momen ini kerap dipakai e-commerce di Indonesia untuk bersaing memberikan ragam promosi. Salah satunya adalah Bukalapak.

Perusahaan e-commerce ini menargetkan nilai transaksi saat Harbolnas naik 4 kali lipat dari tahun 2017. Menurut Co-Founder & President Bukalapak, Fajrin Rasyid di tahun 2017, nilai transaksi Bukalapak saat acara Harbolnas mencapai angka Rp 400 miliar. Pencapain ini dijadikan sebagai pecutan bagi Bukalapak untuk mencapai nilai transaksi yang lebih tinggi.

"Kami menargetkan 4 kali lipat peningkatan nilai transaksi Harbolnas 12.12 tahun ini atau sekitar Rp 1,6 triliun. Kami optimis target ini akan tercapai," kata Fajrin dalam acara press conference after 11 Harbolnasnya Bukalapak di Jakarta, Senin (10/12/2018).



Selain itu, menurut Fajrin, Bukalapak sudah melakukan persiapan dari segi teknis dengan menambah server, agar saat harbolnas berlangsung tidak terjadi server down.

"Dari segi teknis kami melakukan persiapan sejak beberapa bulan lalu. Dari sisi penambahan kapasitas server, sehingga jika ada lonjakan tidak ada masalah," jelasnya.

Pihaknya juga menunda pengembangan sejumlah fitur baru sejak pekan lalu agar mengurangi risiko gangguan saat momen Harbolnas.

Fajrin juga menyebutkan ada beberapa fitur yang bisa dimanfaatkan oleh pengguna, antara lain fitur favorite produk untuk menandai produk yang diincar untuk dibeli saat Harbolnas dan fitur subscribe untuk mengikuti akun pelapak.
(wbs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak