alexametrics

Honda Scoopy Paling Laris Manis di Kalimantan Timur dan Utara

loading...
Honda Scoopy Paling Laris Manis di Kalimantan Timur dan Utara
AHM resmikan Kurikulum Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (KTBSM) yang kali ini menggandeng SMKN 3 Tanjung Selor, Kalimantan Utara. FOTO/ WBS/SINDOnews
A+ A-
BERAU - Penjualan sepeda motor Honda di wilayah Balikpapan, Berau, Merlak, Tanjung Selor (wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara atau Kaltimtara) sepanjang Januari-November kemarin naik 11% dibanding rentang waktu yang sama tahun lalu. Motor yang paling banyak diminati masyarakat wilayah itu adalah skuter matik (skutik) khususnya Scoopy dan Honda Vario.

Penjualan sebanyak 38.000 unit ini tercapai dipicu oleh membaiknya harga komoditas terutama kelapa sawit dan batubara.

“Tahun ini merupakan rebound atau titik balik dari kondisi tahun-tahun sebelumnya. Tiga tahun sebelumnya hingga tahun lalu penjualan kami tahun-tahun sebelumnya bisa dibilang menyusut karena kurang bagusnya harga komoditas. Nah, begitu harga batu-bara naik, sawit naik, permintaan langsung meningkat. Dan tahun ini yang terbesar kenaikannya,” tutur Region Head HSO Balikpapan, Darma Wijaya, saat ditemui di Berau, Kalimantan Timur, Jumat (14/12/2018).



Menurutnya, kondisi perekonomian wilayah yang ditopang oleh komoditas memang memiliki dampak yang signifikan terhadap penjualan sepeda motor. Maklum, lanjut Darma, harga komoditas juga sangat rentan terhadap dinamika fluktuasi permintaan pasar.
Namun, di sebagian besar masyarakat Kalimantan Timur dan Utara ada kebiasaan yang unik dalam membeli kendaraan roda dua. Ketika harga komoditas melonjak, umumnya orang-orang berduit tersebut membeli dua atau bahkan tiga motor.

“Skuter matik (skutik) paling banyak diminati, porsi bisa mencapai 70% dari total penjualan kami. Setelah itu baru bebek. Sedangkan dari skutik ini yang banyak diminati itu Scoopy dan Vario. Scoopy karena memiliki tampilan yang khas (seperti retro),” terang Darma.

Sementara, soal potensi penjualan pada tahun depan, Darma fluktuasinya harga komoditas. Sedangkan uuntuk bunga kredit, menurut Darma tak menjadi isu yang sensitif di masyarakat kedua wilayah operasinya, meski pembelian motor terbanyak – sekitar 70% - dilakukan secara kredit.
(wbs)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak