alexametrics

Advan Kerja Keras Keluar dari Kepungan Smartphone China

loading...
Advan Kerja Keras Keluar dari Kepungan Smartphone China
Marketing Director Advan, Tjandra Lianto dalam temu media di Jakarta, Jumat malam (21/12/2018). FOTO/ Intan/ SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Tahun ini merupakan tahun yang penuh tantangan bagi merek lokal seperti Advan. Pasalnya serangan dari produk asal Tiongkok sangat mempengaruhi penjualan Advan di tahun 2018.

Hal itu diakui oleh Marketing Director Advan, Tjandra Lianto, yang mengatakan bahwa tahun 2018 produk mereka banyak yang menyasar segmen mid-range. Namun karena banyak merek menyasar pasar yang sama, mereka harus rela membagi porsi 'kue-nya' ke banyak pemain.

"Banyak kejutan tahun ini, dari kita ingin membawa produk-produk yang lebih ke arah mid-range. Cuma sayangnya kondisi belum mendukung, karena banyak sekali brand brand yang global itu dan mereka semua menyebar ke segmen yang sama," katanya dalam temu media di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat malam (21/12/2018).



Tak ingin tinggal diam, pihaknya pun akhirnya merubah sedikit strategi pemasaran mereka dengan memperkuat di segmen entry level. Selain itu mereka juga melakukan inovasi dengan menggandeng operator telekomunikasi untuk memberikan produk bundling.

"Mau tidak mau kita merubah sedikit kita punya gaya pemasaran di Indonesia. Jadi kita coba untuk memperkuat segmen entry level kita dan kita coba untuk berinovasi dari sisi produk bundling, dimana kita coba menggaet temen-temen di telko," tambahnya.

Hingga November 2018, Tjandra menyebut penjualan produk Advan mencapai 4,5 juta unit. Padahal tahun lalu, hingga akhir tahun penjualan mereka mencapai 7 juta unit.

Dengan sisa tahun 2018 yang sebentar lagi akan usai, Tjandra memperkirakan tahun ini pencapaian Advan tak akan bisa sebaik tahun lalu.

"Kelihatannya memang tidak akan sebanyak tahun lalu. Tapi ditahun depan kita akan terus memperkuat pondasi di segmen entry-level," pungkas Tjandra.
(wbs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak