alexametrics

Pendeta Ortodoks Rusia Akui Teknologi Tandakan Kiamat Sudah Dekat

loading...
Pendeta Ortodoks Rusia Akui Teknologi Tandakan Kiamat Sudah Dekat
Kepala Gereja Ortodoks Rusia, Patriark Kirill dan Presiden Rusia Vladimir Putin. FOTO/ Daily star
A+ A-
MOSCOW - Pemimpin relijius Rusia mengklaim bahwa ketergantungan manusia pada teknologi adalah pertanda akan datangnya kiamat. Kepala Gereja Ortodoks Rusia, Patriark Kirill, mengatakan cinta kita terhadap gadget kita membawa kedatangan Antikristus.

Melalui saluran TV Russia-1 Kirill mengatakan, "Kontrol dari satu titik adalah pertanda datangnya Antikristus, Antikristus adalah kepribadian yang akan menjadi kepala web yang mengendalikan seluruh umat manusia,"

Patriark Kirill mengatakan ia khawatir manusia "jatuh dalam perbudakan" pada ponsel mereka.



Meskipun Kirill mengatakan dia tidak menentang semua teknologi, dia berpendapat mengumpulkan data pengguna internet yang menunjukkan "lokasi, minat, dan ketakutan" mereka akan memungkinkan semua manusia dikendalikan oleh kekuatan eksternal.

"Jika kita tidak ingin mendekatkan kiamat, seharusnya tidak ada pusat kendali tunggal," tambahnya.

Berdasarkan penelusuran dan juga kutipan ramalan dari ilmuwan modern tentang perang akhir zaman tanpa menggunakan teknologi tinggi telah di sebutkan beberapa abad silam.

Menyikapi hal ini sosok ilmuan terkenal Albert Einstein berkata: “Perang dunia ke-3 tidak akan menggunakan teknologi.” Pernyataan ini di dukung oleh Steve Jobs: “Selepas saya, kalian semua akan kembali ke zaman batu.”

Banyak yang mengatakan bahwa dalam Perang Dunia Ketiga, bom nuklir akan digunakan. Ada diceritakan juga dalam kitab Bahrul Mazi. Perang Dunia Ketiga yang diramal akan berlaku dalam tempo yang singkat.

Tetapi, kemusnahannya amat dahsyat. Sehingga dikatakan dunia selepas itu akan kembali menjadi seperti Zaman Pertengahan di mana bala tentara hanya akan menunggang kuda serta bersenjatakan pedang seperti perang zaman dahulu.
(wbs)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak