alexametrics

Bocoran Sebut Harga Samsung Galaxy M10 Rp1,8 Juta dan M20 Rp2,6 Juta

loading...
Bocoran Sebut Harga Samsung Galaxy M10 Rp1,8 Juta dan M20 Rp2,6 Juta
Setelah spesifikasi dan desainnya, sekarang muncul bocoran seputar harga dari seri Galaxy M10 dan M20. Foto/ist
A+ A-
NEW DELHI - Informasi seputar Samsung Galaxy M10 dan M20 banyak beredar belakangan ini di tengah rencana peluncuran pada 28 Januari nanti. Setelah spesifikasi dan desainnya, sekarang muncul seputar harga dari seri Galaxy terbaru tersebut.

Laman GSM Arena, Sabtu (19/1/2019), melaporkan, sumber yang dekat dengan strategi penetapan harga Samsung mengungkapkan, untuk seri Galaxy M mendatang kini pabrikan sudah menetapkan harganya. Untuk M10 dimulai hanya dengan harga Rp1,8 juta dan Galaxy M20 dibanderol Rp2,6 juta.

Itu merupakan harga yang agresif untuk pasar di India, di mana seri baru tersebut akan di-launching pertama kali. Samsung sendiri tidak punya pilihan memangkas harganya karena di sana banyak sekali tekanan dari merek China, seperti Xiaomi dan Realme.



Line-up Galaxy M ditargetkan menjadi pengganti dari keluarga Galaxy J, Galaxy C, dan Galaxy On guna menyederhanakan daftar smartphone perusahaan. Sebuah rumor sebelumnya menyatakan, M10 akan dihargai Rp1,6 juta dan M20 dijual Rp2,1 juta.

Untuk diketahui, Galaxy M10 akan menampilkan layar HD + 6,2 inci dengan Infinity-V notch, sistem kamera belakang ganda beresolusi 13 MP + 5 MP, sensor selfie 5 MP, chipset Exynos 7872 SoC dengan CPU hexa-core, RAM 2/3 GB RAM , Penyimpanan internal 16/32 GB, dan baterai 3.400 mAh. Smartphone tersebut akan menjalankan Android 8.1 Oreo.

Galaxy M20 lebih powerful lagi. Ponsel membawa layar sentuh FHD + 6,3 inci (juga dengan takik Infinity-V), chipset Exynos 7885, RAM 3 GB, ROM 32/64 GB, kamera belakang yang sama dengan M10, kamera depan 8 MP serta ditenagai baterai 5.000 mAh.
(mim)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak