alexametrics

Lemari Es Halal Bikin Pekerja Pabrik Sharp di Cikarang Overtime

loading...
Lemari Es Halal Bikin Pekerja Pabrik Sharp di Cikarang Overtime
Andry Adi Utomo, National Sales Senior General Manager PT SHARP Electronics Indonesia saat media gathering di atas Kereta Wisata Tegal Bahari, Sabtu (26/1/2019). Foto/M Iqbal M/SINDOnews
A+ A-
CIREBON - PT Sharp Electronics Indonesia mencatat pertumbuhan luar biasa di 2018. Mereka sukses merajai pasar di empat kategori produk utama, seperti televisi, lemari es, AC, dan mesin cuci.

Tahun 2015, untuk lemari es Sharp Indonesia menguasi 21,9% dan di 2018 sukses mengemas pangsa pasar 27,8%. Kemudian pasar TV LCD tahun 2015 hanya meraih 14,6% dan tahun lalu mencalau 22,8%.

"Untuk AC per Desember 2015 raihannya 17,8% dan tahun lalu 27,6%. Untuk mesin cuci dari 24,6% (2015) di tahun 2018 jadi 25,7%. Ini merujuk data Gfk," kata Andry Adi Utomo, National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia saat media gathering di atas Kereta Wisata Tegal Bahari, Sabtu (26/1/2019).



Menurut dia, tahun yang mengalami pertumbuhan sangat drastis adalah lemari es. Kehadiran lemari es halal sanggup membuat sibuk pabrik di Cikarang. "Pekerja di Cikarang sudah overtime, tapi permintaan di pasar belum bisa kami penuhi semua. Ini luar biasa, kami berhasil membaca peluang pasar untuk sisi local fit. Karena lebih dari 85% rakyat Indonesia muslim, jadi di sana ada pasarnya," ungkap Andry.

Dia menambahkan, pertumbuhan perusahaan tahun lalu mencapai 118%. Karena itu, pada tahun ini pabrikan asal Jepang tersebut akan mengejar pertumbuhan hingga 115%.

Nah untuk terus memperkuat pemasaran, maka ditempuh berbagai strategi inovasi produk hingga pemasaran. Optimisme Sharp Indonesia didukung oleh pertumbuhan industri manufaktur yang diperkirakan meningkat hingga 5,4% di tahun 2019, sehingga peluang untuk meningkatkan pangsa pasar pun semakin besar.
(mim)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak