alexametrics

Kasihan Scoopy, Inilah Riwayat Skutik Retro Bikinan Honda

loading...
Kasihan Scoopy, Inilah Riwayat Skutik Retro Bikinan Honda
Honda Scoopy yang dirusak Adi Saputra. FOTO/ Hasan Kurniawan/ SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Heboh video viral di sosial media pelanggar lalu lintas Adi Saputra (21) yang merusak dengan cara mencabik-cabik Motor Honda Scoopy dengan tangan kosong dan sesekali dengan batu. Ternyata ikut menyeret kualitas motor-motor jaman sekarang yang disebut motor plastik karena dengan mudah dibanting dan dirusak.

Berdasarkan pantauan SINDOnews Tagar Kasihan Scoopy ikut membahana, pasalnya dalam rekaman itu terlihat Adi dengan mudah mancabik-cabik dan membanting motor Honda Scoopy dengan mudah.

Beragam komentar mulai dari yang mengomentari ulah Adi yang konyol hingga kualitas produk tersebut. Honda Scoopy sendiri di Indonesia sudah mengalami empat kali perubahaan.

1. Generasi Pertama Honda Scoopy (2010-2013)

Kasihan Scoopy, Inilah Riwayat Skutik Retro Bikinan Honda

Tepat pada 20 Mei 2010, Honda Scoopy generasi pertama lahir ke dunia. Skutik yang diproduksi PT Astra Honda Motor (AHM) ini suda menggunakan gaya retro yang khas. Ciri khasnya, lampu sein terpisah dari bodi. Kemudian velg yang digunakan masih ukuran 14 inci layaknya skutik lain.



Mesinnya berkapasitas 110 cc dengan karburator. Bagasi Honda Scoopy generasi pertama juga masih belum bisa memuat helm half face.


2. Generasi Pertama Scoopy Kedua (2013-2015)
Kasihan Scoopy, Inilah Riwayat Skutik Retro Bikinan Honda

Dalam hal desain, Honda Scoopy generasi kedua, punya ciri khas lampu seinnya sudah ada di bodi tapi belum menyatu dengan lampu depan. Terkait fitur, sudah memakai lampu depan proyektor sehingga lebih baik dalam menerangi jalan dibanding generasi sebelumnya. Bagasinya juga sudah mampu menyimpan helm half face, dengan kapasitas 15,4 liter.

Mesinnya masih sama, berkapasitas 110 cc kini dikombinasikan dengan teknologi injeksi. Honda mengklaim, injeksi mampu membuat konsumsi bahan bakar lebih irit dan ramah lingkungan. Klaimnya ketika itu, 56 Kpl atau lebih hemat 26 persen dibanding pakai karburator.


3. Generasi Honda Scoopy ketiga

Kasihan Scoopy, Inilah Riwayat Skutik Retro Bikinan Honda

Tepat pada 2 November 2015, Honda Scoopy generasi ketiga diperkenalkan. Skutik ini memiliki desain yang mirip seperti model sebelumnya. Honda melakukan banyak penambahan pada fitur dan teknologinya. Mesin 110 cc kini disematkan teknologi enhanched smart power (eSP) yang berfungsi memaksimalkan pembakaran dan meminimalisir gesekan agar energi tidak terbuang percuma.

Scoopy generasi ketiga dibuat lebih irit dengan adanya idling stop system (ISS) yang mampu menonaktifkan mesin secara otomatis bila berhenti lebih dari tiga detik. Anda cukup memutar tuas gasnya untuk menghidupkannya kembali. Dengan ISS, konsumsi bahan bakarnya diklaim lebih baik dari model sebelumnya, kini sanggup mencatatkan 61,9 Kpl.

Fitur lain, adanya answer back system untuk memudahkan Anda mencari keberadaan motor di lokasi parkir. Ban juga sudah memakai tubeless. Dengan banyaknya fitur baru, Honda Scoopy generasi ketiga dibanderol Rp 16,25 juta (OTR Jakarta) saat meluncur pada 2015.

4. Generasi Keempat Honda Scoopy (2017-Sekarang)
Kasihan Scoopy, Inilah Riwayat Skutik Retro Bikinan Honda

Scoopy 2017 atau generasi keempat yang kita kenal sekarang, perubahannya semakin banyak. Sekarang lampu seinnya terintegrasi dengan lampu depan berteknologi LED. Kemudian ciri khas barunya, menggunakan velg kecil ukuran 12 inci dengan padanan ban tebal.

Terdapat fitur tambahan combi brake system (CBS) yang mengintegraskan rem depan dan belakang, sehingga motor bisa memiliki jarak pengereman lebih pendek. Ada pula alarm untuk mencegah tangan-tangan jahil melakukan pencurian.


Honda juga membekali power charger, agar pengendara bisa mengisi ulang daya smartphone selama berkendara. Dengan tampilan dan fitur baru itu, harganya pun langsung melambung tinggi menjadi Rp 17,8 juta (OTR Jakarta).
(wbs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak