alexametrics

Berbeda dari GSX-S1000, Suzuki Siap Perkenalkan Virus 1000

loading...
Berbeda dari GSX-S1000, Suzuki Siap Perkenalkan Virus 1000
Suzuki Virus 1000. FOTO/ Ist
A+ A-
BERN - Suzuki Swiss telah menciptakan motor streetfighter telanjang yang sama sekali baru yang disebut Suzuki Virus 1000. Saat ini Suzuki Virus 1000 dalam lini produknya, Suzuki sendiri sebenarnya telah memiliki motor 1000cc model telanjang yakni GSX-S1000.

Seperti dilansir dari xedoisong, Senin (11/2/2019), berdasarkan data GSX-S1000 2005-2008 diakui kurang laku di pasar naked. Dan urusan rangka GSX-S1000 dianggap belum memenuhi kebutuhan pelanggan untuk motor telanjang, Suzuki Swiss telah berkolaborasi dengan Moto Virus AG untuk membuat model baru yang disebut Suzuki Virus 1000.
Berbeda dari GSX-S1000, Suzuki Siap Perkenalkan Virus 1000

Perlu ditambahkan bahwa ini bukan pertama kalinya aliansi Swiss membuat motor. Virus 1000 sendiri sudah diciptakan 7 tahun yang lalu, kedua perusahaan ini juga bekerja sama untuk menciptakan generasi pertama. Pada saat itu, Suzuki belum merilis GSX-S1000.

Virus 1000 sendiri hanyalah crank-up GSX-S1000, yang dipasang dan dipasang lampu utama GSR750.



Berdasarkan versi GSX-S1000R yang paling canggih, Virus 1000 juga dilengkapi dengan mesin 4-silinder 4-silinder DOHC line dengan teknologi katup variabel mirip dengan mobil balap GSX-RR di MotoGP, dengan kapasitas lebih dari 202 tenaga kuda dan torsi maksimum 117,6 Nm.

Dengan mesin yang kuat, meskipun tidak mencapai keunggulan aerodinamis seperti GSX-R1000R, Virus 1000 masih dapat mencapai batas kecepatan elektronik maksimum 300 km / jam.
Berbeda dari GSX-S1000, Suzuki Siap Perkenalkan Virus 1000


Selain itu,Suzuki Virus 1000 memiliki banyak sistem elektronik modern, serta Showa Balance Free Fork dan rem Brembo untuk memberikan kinerja yang mengesankan. Di Swiss, Virus 1000 akan dijual mulai 15 Maret 2019, namun untuk urusan harga masih dirahasiakan.
(wbs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak