alexametrics

Terlalu Mahal dan Minim Inovasi, Penjualan iPhone di China Merosot

loading...
Terlalu Mahal dan Minim Inovasi, Penjualan iPhone di China Merosot
Smartphone iPhone. FOTO/ Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Lembaga riset IDC menerbitkan angka penjualan iPhone terbaru di China. Pengiriman iPhone turun sebanyak 19,9 persen selama kuartal keempat tahun lalu.

Penurunan ini telah tercermin dalam rilis pendapatan Apple bulan lalu, yang mengatakan pihaknya membukukan pendapatan USD 12 miliar dari China selama kuartal tersebut.

Angka itu turun 27% dari kuartal yang sama tahun lalu. Secara keseluruhan, Apple mendapati penjualan iPhone turun 15%.



Menignkatnya beberapa vendor lokal di China rupanya membuat kelabakan Apple. Pasalnya pengapalan Huawei melonjak 13,3% di periode yang sama. Sedangkan Oppo 1,5% dan Vivo 3,1%.

Harga iPhone paling baru yang terlampau mahal rupanya membuat banyak calon pengguna mengurungkan niat, terlebih teknologi yang dibawa bukan sesuatu yang luar biasa.

"Selain peningkatan kinerja reguler pada tahun 2018, tidak ada inovasi besar yang diberikan kepada pengguna, namun dari segi harga yang juga sangat meningkat," kata IDC dikutip CNBC, Selasa (12/2/2019).

Sedangkan di saat yang sama, ditengah dampak ekonomi makro China, merek lokal semakin memberikan inovasi, hal ini juga menjadi alsan kenapa Apple terus menurun di pasar domestik.

Harga mahal iPhone menurut IDC membuat penjualan menurun dan di saat yang sama, teknologi dari vendor seperti Huawei membuat selisih pangsa pasar mereka melebar.
(wbs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak