alexametrics

Pasar Smartwatch Merangkak Naik

loading...
Pasar Smartwatch Merangkak Naik
Pasar Smartwatch. FOTO/ Ist
A+ A-
CALIFORNIA - Dibandingkan dengan pasar smartphone yang banyak dilaporkan menurun, lain halnya dengan industri smartwatch atau jam tangan pintar yang dinilai cukup bertumbuh positif.

Meski penetrasi produk masih tergolong rendah, namun menurut laporan terbaru dari perusahaan riset pasar NPD Group, mencatat bahwa 16% orang dewasa AS memiliki jam tangan pintar pada November 2018. Angka itu naik empat poin presentasi dari bulan yang sama tahun 2017, di mana hanya 12% orang yang memiliki jam tangan pintar.

Selain itu, pasar jam tangan pintar sekarang menjadi industri dengan nilai USD 5 miliar, naik 51% dibanding tahun 2017. Penjualan per-unit juga terus naik dengan peningkatan 61 % year-over-year, sebagimana diwartakan Android Authority, Rabu (13/2/2019)



Adapun tiga nama pemain besar yakni Apple Watch, Samsung Galaxy Watch dan Fitbit Versa mendominasi pasar 88% jam tangan pintar yang ada di AS.

Orang yang berada pada usia 18-34 tahun adalah kelompok demografis yang paling banyak menduduki sebagian besar pertumbuhan perangkat tersebut di AS yakni 23%.

Inovasi yang berorientasi pada kesehatan, seperti penggabungan Apple dengan monitor EKG dalam seri empat Apple Watch, diharapkan akan meyakinkan lebih banyak orang dewasa berusia 35 tahun ke atas untuk mulai mengadopsi teknologi jam tangan pintar.

Semakin banyak aplikasi yang bermanfaat yang ada pada jam tangan pintar, akan berbanding lurus dengan semakin kuat pertumbuhannya seiring meningkatnya penetrasi.

"Selama 18 bulan terakhir penjualan smartwatch memperoleh momentum yang kuat, hal ini membuktikan kepada para penentang yang tidak berpikir kategori tersebut dapat mencapai penerimaan cukup baik," ungkap Weston Henderek, Direktur Analis iIndustri NPD Connected Intelligence.
(wbs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak