alexametrics

Tiga Kali Dalam Setahun, Ini Penjelasan NASA Soal Supermoon 2019

loading...
Tiga Kali Dalam Setahun, Ini Penjelasan NASA Soal Supermoon 2019
Gerhana bulan Supermoon. FOTO/ Ist
A+ A-
LONDON - Tahun 2019 aka ada tiga kali gerhana bulan total dalam 1 tahun yakni 31 Januari, 19 Februari dan Maret 2019 dan semua fenomena alam langka yang akan terjadi.

Saat itu cahaya Bulan akan hilang di ufuk barat dan mahahari terbit di ufuk timur. Inilah yang dinamakan fenomena Selenelion.

Menurut NASA, gerhana matahari memiliki 3 jenisnya yaitu total, parsial dan annular. Sedangkan gerhana Bulan memiliki 2 kategori, yaitu total dan parsial, seperti dilansir Stuff.



Gerhana matahari total terjadi ketika Bulan mengaburkan cahaya dari Matahari, dan gerhana parsial terjadi ketika bulan menghalangi sebagian dari Matahari. Gerhana Matahari annular adalah ketika Bulan berada di posisi jauh dari Bumi.

Hal itu membuat ukurannya berubah menjadi lebih kecil di langit, gerhana membuat seolah ada lingkaran cahaya di kekeliling Bulan. Gerhana matahari bisa disaksikan dalam beberapa menit, namun biasanya hanya bisa dilihat dalam beberapa detik saja.

Gerhana bulan total terjadi ketika Matahari, Bulan dan Bumi berada pada posisi sejajar. Gerhana bulan parsial terjadi ketika sebagian dari Bulan membelakangi Bumi.

Gerhana Bulan cenderung bertahan dalam beberapa jam. Ini dikarenakan atmosfer Bumi yang menghasilkan cahaya berwarna biru, dan Bulan yang muncul menjadi berwarna merah selama terjadinya gerhana Bulan.

Untuk melihat gerhana bulan Anda harus berada di sisi yang tepat agar langit tidak tertutup oleh benda luar angkasa lainnya.
(wbs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak