alexametrics

Diblokir Instagram, Akun Gay Muslim Buka Lapak di Twitter?

loading...
Diblokir Instagram, Akun Gay Muslim Buka Lapak di Twitter?
Akun @alpantuni di Instagram memang sudah diblokir. Namun akun itu kembali eksis, tapi kali ini melalui platform Twitter. Foto/ist
A+ A-
JAKARTA - Salah satu akun Instagram yang membuat heboh dunia maya, @alpantuni, memang sudah diblokir. Namun akun itu kembali eksis, tapi kali ini melalui platform Twitter.

Menurut pantauan SINDOnews, Sabtu (16/2/2019), akun ini baru saja mengunggah cuitan yang berbunyi. "Bahkan belum 24 jam, namun beberapa orang sudah gatal untuk menurunkan akun ini. Nah, ini hadiahnya:" (Baca juga: Akun Gay Muslim Resmi Diblokir Instagram)
Diblokir Instagram, Akun Gay Muslim Buka Lapak di Twitter?

Lalu sang pemilik akun turut mengunggah dua gambar komik yang sama namun menggunakan bahasa yang berbeda. Unggahan tersebut telah disukai oleh 109 orang dan di Retweet sebanyak 87 kali.

Yang cukup mengejutkan adalah komentar yang diberikan di dalamnya yang seolah memberi dukungan pada akun ini. Meski tertulis akun itu telah bergabung di Twitter sejak Juni 2017. Namun baru dua tweet yang diunggah. (Baca juga: Soal Akun Muslim Gay, Menkominfo: LGBT Tak Sesuai dengan Kaidah)



Tweet pertama yang diunggah tengah malam tadi mengatakan, bahwa banyak hal yang ingin dia unggah. Tapi, dia menyatakan sebaiknya tetap diam akibat dari kejadian beberapa waktu lalu. Hingga hari ini, akun Twitter @alpantuni memiliki 4.855 pengikut.

Diberitakan sebelumnya, akun Instagram yang mengandung konten gay muslim bernama sama telah diblokir oleh pihak Instagram atas permintaan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Kemenkominfo secara resmi mengumumkannya pada 13 Februari lalu.

Melalui hasil verifikasi, menunjukkan semua konten yang dimuat dalam akun instagram Alpatuni memenuhi unsur Pasar 27 ayat 1 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008.
(mim)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak