alexametrics

Penolakan Penggunaan Robot Pembunuh di Medan Perang Terus Disuarakan

loading...
Penolakan Penggunaan Robot Pembunuh di Medan Perang Terus Disuarakan
Robot perang milik Rusia. FOTO/ Daily
A+ A-
LONDON - Para ahli mendesak Robot pembunuh harus dilarang untuk mencegah mesin menyebabkan kepunahan manusia di dunia setelah kemajuan kemajuan dalam kecerdasan buatan yang memberinya lebih banyak kekuatan.

Seperti dilansir dari Daily Mail peringatan itu dibuat oleh para ilmuwan yang percaya kemajuan dalam kecerdasan buatan berarti, mesin dengan kekuatan untuk memilih dan menargetkan target tanpa input manusia akan segera dikembangkan.

Menurut mereka, robot-robot tersebut mewakili revolusi ketiga perang setelah penggunaan senjata api dan senjata nuklir. Aktivis kampanye robot pembunuh, Mary Wareham mengatakan, keamanan dan masa depan manusia di dunia bergantung pada larangan perampokan itu.



"Senjata otomatis adalah contoh negatif dari penyalahgunaan kecerdasan buatan. Ketika dibiarkan, mereka akan bertambah dan akhirnya gagal mengendalikan," katanya.

Banyak yang tampaknya mendukung larangan yang diusulkan, termasuk Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, yang menggambarkan senjata otomatis sebagai sesuatu yang kejam dan tidak dapat diterima.

Sementara itu, para aktivis mendesak Inggris untuk menandatangani perjanjian untuk melarang mesin atau robot pembunuh.

Tekanan itu dibuat setelah Menteri Pertahanan Inggris, Gavin Williams memperkenalkan rencana untuk menggunakan drone bersenjata untuk tujuan pertahanan.Menyikapi hal itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) siap menjadi tuan rumah perundingan mengenai aturan penggunaan senjata otonom alias robot.

Bahkan Elon Musk dari Tesla pada Agustus mendesak PBB untuk memberlakukan larangan global terhadap senjata otomatis sepenuhnya, menggaungkan seruan sama dari para aktivis yang telah memperingatkan bahwa mesin tersebut akan menimbulkan risiko yang sangat besar bagi penduduk sipil

(wbs)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak