alexametrics

Industri Automotif Dunia Mulai Melirik Mobil Terbang

loading...
Industri Automotif Dunia Mulai Melirik Mobil Terbang
Industri Automotif Dunia Mulai Melirik Mobil Terbang
A+ A-
JENEWA - Mobil terbang mulai mendapatkan tempat di peta automotif dunia. Bahkan, industri pendukung sudah mulai mempersiapkan diri apa bila rencana mobil terbang tersebut nantinya segera terealisasi. Ajang Geneva Motor Show 2019 yang digelar pada 7-17 Maret 2019 itu masih jadi panggung utama pabrikan mobil dunia untuk saling memamerkan mobil konsep dan produksi terbaru serta teknologi terbaru yang mereka miliki.

Yang berbeda, tahun ini Geneva Motor Show 2019 mulai memberikan tempat pada tren automotif baru yang tengah jadi pembicaraan masyarakat dunia, yaitu mobil terbang. Kehadiran mobil terbang di pameran automotif internasional saat ini tergolong jarang. Umumnya para pihak yang terlibat dalam proyek mobil terbang lebih memilih ajang Consumer Electronic Show (CES) di Las Vegas, Amerika Serikat sebagai tempat yang paling ideal untuk memperkenalkan mobil terbang buatan mereka.

Kini di ajang Geneva Motor Show 2019, sebuah perusahaan startup asal Belanda, PAL-V, menampilkan mobil terbang mereka yang dinamakan PAL-V Liberty Pioneer Edition. Berbeda dengan mobil terbang yang saat ini masih dalam bentuk purwarupa atau konsep, PAL-V sudah resmi menjual mobil terbang itu.



Mobil yang sudah dikerjakan sejak 1999 itu dibanderol harga USD599.000 atau setara Rp8,4 miliar. “Ada 90 unit mobil terbang yang kami jual. Mobil ini dibuat untuk 90 orang yang ingin membuat sejarah bersama kami. Mereka akan menjadi lini terdepan dalam revolusi mobilitas di mana mobil tidak hanya bisa di kemudikan, tapi juga diterbangkan keberbagai destinasi,” ujar CEO PAL-V Robert Dingemanse. Dia menambahkan, kedepannya PAL-V akan menghadirkan mobil terbang yang harganya lebih murah.

Rencananya mereka akan membuat PAL-V Liberty Sport Edition yang harganya mencapai USD399.000 atau setara Rp5,5 miliar. “Rencananya pengiriman akan dilakukan awal 2020,” jelas Robert Dingemanse. Dibandingkan dengan mobil terbang konsep lain yang dikembangkan oleh Audi, Airbus, dan Uber, PAL-V memilih teknologi berbeda.

PAL-V Liberty Pioneer Edition menggunakan teknologi autogiro atau gyroplane di mana agar mampu terbang mobil ini menggunakan baling-baling. Jadi, mobil ini tidak ubahnya seperti helikopter yang hadir dalam sebuah mobil. Menurut Chief of Engineer PAL-V Mike Stekelenburg, baling-baling mobil ini tidak digerakkan oleh mesin seperti halnya baling-baling di helikopter. PAL-V memasang sebuah motor listrik guna menggerakkan baling-baling.

Tenaga yang dihasilkan mesin justru di alihkan ke rotor mobil yang ada di bagian belakang. “Prinsip kerja gyroplane sangat ideal karena memudahkan mobil untuk dapat terbang dan dikendarai di jalan dengan mudah. Selain itu, regulasi yang berlaku buat autogiro saat ini lebih mudah dipenuhi ketimbang teknologi pesawat yang ada,” ujar Mike Steke lenburg.

Meski realisasi mobil terbang masih butuh waktu, beberapa industri pendukung automotif justru mulai bersiap untuk memberikan amunisi pelengkapnya. Masih di Geneva Motor Show 2019, Goodyear menghadirkan sebuah ban khusus yang mereka klaim cocok untuk digunakan di mobil terbang. Ban mobil terbang buatan Good year itu tidak terlihat seperti ban mobil yang ada pada umumnya. Ban mobil itu lebih tipis ketimbang ban mobil biasa karena memang tidak berisi udara.

Alih-alih ban tersebut terbuat dari serat khusus yang mampu adaptif dengan kondisi jalan dan di udara. “Ban biasa akan mengalami perubahan temperatur saat berada di langit. Ban ini akan mampu mengatasi kelemahan itu,” jelas Goodyear. Selain itu, ban tersebut juga memiliki fungsi unik lainnya yakni baling-baling. Ketika mobil siap-siap akan terbang, satu demi persatu ban mobil akan berubah posisi dari vertikal kehorizontal.

Saat itulah bilahbilah yang ada di ban mobil mulai bekerja dan perlahan-lahan membantu mobil untuk terangkat keudara. “Saat perusahaan mobilitas mulai beralih ke langit, teknologi ban canggih yang kami miliki berhasil membuat sebuah ban yang tidak hanya bisa bekerja secara tradisional dijalanan, tapi juga bisa jadi tenaga penggerak saat ada di langit,” ujar Chief Technolgy Officer Goodyear, Chris Helsel.

Kehadiran mobil terbang di masyarakat bukan hanya ditentukan oleh adanya model. Mobil terbang membutuhkan ekosistem dan infrastruktur yang sesuai agar moda transportasi baru ini bisa diterima dengan baik oleh masyarakat “Harus meniru dengan kesuksesan teknologi listrik yang sudah berkembang pesat seperti sekarang. Saat ini infrastruktur mobil listrik sudah sangat mudah ditemukan di mana saja,” jelas Head of Product dari Uber Elevate, Aerial Division Uber, Nikhil Goel.

Harus diakui saat ini teknologi mobil listrik memang su dah sangat mapan. Kemajuan ini bahkan terasa di tempat yang sama, di mana seluruh mo bil yang ditampilkan dipameran automotif itu didominasi oleh mobil listrik. Bukan hanya itu.

Regulasi emisi yang diterapkan di kawasan Eropa yang disahkan pada Desember 2018 lalu memaksa setiap pabrikan untuk mengurangi gas buang yang dihasilkan oleh mobil sebesar 37%. Ketat dan sulitnya standar ini membuat banyak pabrikan mulai beralih kemobil listrik ketimbang mobil dengan pembakaran internal.

Ambil contoh BMW yang membawa empat model mobil baru di Geneva Motor Show 2019. Keempat mobil itu sudah menggunakan sistem plug in hybrid generasi keempat, yakni BMW 754e, BMW 330e, BMW X3 XDrive30e, dan BMW X5 XDri ve45e. Mobil-mobil ini memiliki baterai berkapasitas tinggi yang bisa membuat mobil melaju dalam mode elektrik sejauh 80 km.

“Masa depan kami jelas adalah elektrik, kami bangga menjadi market leader dalam mobil listrik di Eropa. Kami akan menawarkan mobil elektrik di semua segmen. BMW X3 yang merupakan salah satu model populer kami akan memiliki tiga sistem penggerak, yakni plug in hybrid, listrik murni, dan mesin pembakaran dalam,” ujarnya dalam paparan perusahaan di Geneva Motor Show.

BMW sebelumnya menargetkan bakal merilis 25 model elektrifikasi sampai 2025; tahun ini BMW akan meluncurkan 10 model baru dan model upgrade untuk mobil listrik. “Kami juga akan memperkenalkan iX3 pada 2020, i4 pada 2021, serta iNEXT,” ujarnya.
(don)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak