alexametrics

Lagi, Dua Eksekutif Facebook Angkat Kaki

loading...
Lagi, Dua Eksekutif Facebook Angkat Kaki
Ilustrasi Facebook .FOTO/ Istimewa
A+ A-
MENLO PARK - Facebook kembali kehilangan dua kepala eksekutifnya yakni Chris Cox dan Chris Daniels, yang masing-masing menjabat sebagai Chief Product Officer perusahaan dan Kepala Pimpinan WhatsApp.

Hengkangnya kedua eksekutif ini terjadi seminggu setelah CEO Facebook Mark Zuckerberg mengumumkan rencana penggabungan beberapa aplikasi, serta terjadi tepat satu tahun setelah skandal privasi yang menempa Facebook.

Cox telah bersama Facebook selama lebih dari satu dekade dan saat ini mengawasi rangkaian aplikasi inti perusahaan. Seluruh kepala pimpinan tim seperti Facebook, Instagram, WhatsApp dan Messenger memberikan laporan kepadanya.



Ia juga disebut-sebut bakal menggantikan posisi CEO seandainya Zuckerberg pergi.

Daniels mengambil alih WhatsApp Mei lalu setelah salah satu pendiri WhatsApp Jan Koum pergi. Sebelum itu, dia telah menjalankan inisiatif internet.org Facebook. Di bawah kepemimpinannya, WhatsApp menambahkan batas Forward sebagai upaya mengurangi penyebaran hoax.

Dalam unggahan blognya, Zuckerberg tidak menyebut alasan hengkangnya kedua eksekutifnya ini. Namun Cox dalam keterangannya menunjukan seolah ia tidak setuju dengan arah baru yang ingin diambil Zuckerberg di Facebook.

"Ini akan menjadi proyek besar dan kami akan membutuhkan para pemimpin yang bersemangat untuk melihat arah baru melalui," tulis Cox dikutip laman The Verge, Jumat (15/3/2019).

WhatsApp sekarang akan dipimpin oleh Will Cathcart, yang saat ini bertanggung jawab atas aplikasi Facebook. Sedangkan aplikasi Facebook akan dijalankan oleh Fidji Simo, yang saat ini memimpin video.

Tidak seorang pun akan ditunjuk untuk menggantikan Cox. Sebaliknya, kata Zuckerberg, semua pemimpin aplikasi perusahaan akan melapor langsung kepadanya.
(wbs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak