alexametrics

Live Streaming Saat Bantai Jamaah, Fitur Filter Facebook Dipertanyakan

loading...
Live Streaming Saat Bantai Jamaah, Fitur Filter Facebook Dipertanyakan
Aksi pelaku saat Live Streaming di Facebook. FOTO/ SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Pelaku penembakan terhadap jamaah salat Jumat di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, yang menewaskan sekitar 40 orang dan puluhan orang lainnya terluka. Tak hanya sadis ternyata pelaku live streaming di Facebook dan Instagram dan aksi brutal itu di saksikan banyak netizen.

Selain mengutuk kejadian ini, aksi ini mengundang reaksi keras terhadap Facebook, Pasanya Facebook sendiri punya platform virtual reality (VR)-nya Facebook Space, Facebook Live jadi begitu populer karena banyak orang bisa menyiarkan konten apapun yang diinginkan dalam bentuk video yang disiarkan secara langsung.

Namun seperti yang kita ketahui bersama, ada fenomena yang cukup berbahaya dari pengguna live streaming via Facebook ini.



Oleh karenya Facebook merekrut 3000 ahli untuk mengawasi, mencegah, dan mengurangi konten kekerasan yang makin marak di Facebook.

Penambahan 3.000 orang yang dimaksud untuk melengkapi 4.500 orang yang sebelumnya sudah bekerja untuk menyaring konten-konten negatif di Facebook.

Konten negatif yang dimaksud adalah konten terkait kekerasan, bunuh diri, terorisme, radikalisme, kekerasan, dan ujaran kebencian, namun kejadian Live Streaming pelaku di FB, kinerja Facebbook untuk memerangi kekerasan dipertayakan.

SINDOnews berupaya mengkonfirmasi kepada fihak Facebook Indonesia. Namun hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban
(wbs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak