alexametrics

Berhenti Oprasional, Boeing Berencana Desain Ulang 737 Max 8

loading...
Berhenti Oprasional, Boeing Berencana Desain Ulang 737 Max 8
Jenis pesawat Boeing 737 MAX Series. FOTO/ Ist
A+ A-
NEW YORK - Usai Boeing memutuskan untuk menghentikan oprasional 737 MAX 8, setelah adan Penerbangan Sipil AS (Federal Aviation Administration/FAA) menemukan banyak masalah. Boeing berencana mendesain ulang 737 MAX 8.

Dalam sebuah pemberitahuan, Badan Penerbangan Sipil AS (Federal Aviation Administration/FAA) mengatakan pihaknya merencanakan untuk mewajibkan perubahan desain oleh Boeing tidak lebih dari bulan April.

Boeing tengah berupaya untuk menyelesaikan “peningkatan sistem pengendali penerbangan, dimana sistem ini akan mengurangi ketergantungan pada prosedur yang mengandalkan pada daya ingat pilot,” ujar FAA Seperti dilansir dari Reuters.



Setelah didesak oleh berbagai pihak agar Boeing melakukan recall (tarik kembali) semua pesawat 737 MAX Series. Akhirnya Boeing memutuskan untuk mengehentikan oprasional 737 MAX 8.

Mengikuti kebijakan lebih dari 30 negara lain di dunia, Badan Penerbangan Federal AS (FAA), Rabu memerintahkan seluruh maskapai penerbangan untuk menghentikan operasi semua pesawat Boeing jenis 737 MAX karena alasan keselamatan.

Kebijakan untuk menghentikan semua penerbangan pesawat baru itu dari wilayah udara Amerika merupakan perubahan kebijakan yang cepat dan tiba-tiba yang diambil oleh Boeing, maskapai penerbangan yang menerbangkan jenis pesawat itu dan pemerintahan Presiden Donald Trump.

Sebelumnya, mereka menilai tidak ada alasan untuk melarang terbang pesawat Boeing 737 MAX, meskipun telah terjadi dua kecelakaan yang melibatkan pesawat itu di Indonesia dan Ethiopia dalam waktu kurang dari lima bulan.

Pesawat Ethiopian Airlines adalah jenis Boeing 737 Max Series bermasalah pada bagian input salah dari satu sensor Angle of Attack (AOA) atau sistem indikator otomotis Boeing 737-8 MAX.
(wbs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak