alexametrics

Lupakan vivo dengan Pop-up, Mari Kita Tunggu Wujud Handphone ZTE Ini

loading...
Lupakan vivo dengan Pop-up, Mari Kita Tunggu Wujud Handphone ZTE Ini
Render ZTE Axon V mengungkapkan panel khusus yang menampung kamera yang menghadap ke depan. Foto/Ist
A+ A-
BEIJING - Selama beberapa tahun terakhir, kita telah melihat produsen smartphone mencoba sejumlah hal berbeda untuk memindahkan kamera selfie yang menghadap ke depan ponsel dari bezel atas.

Salah satunya vivo yang mempopulerkan kamera selfie pop-up agar menciptakan layar tanpa bezel. Selain itu ada juga teknik slider atau menggeser perangkat display saat membutuhkan kamera depan. Dan jangan lupa ada pula terobosan membuat lubang kecil di layar sebagai rumah dari sensor selfie.

Tampaknya takik, bahkan varian tetesan air yang lebih kecil, sudah bukan solusi lagi. Menghilangkan kamera selfie dari bagian display utama memang dapat menghadirkan handphone dengan bezel tipis. Sekaligus mewujudkan fitur sedekat mungkin dengan layar ujung ke ujung.
Lupakan vivo dengan Pop-up, Mari Kita Tunggu Wujud Handphone ZTE Ini

Di tengah-tengah inovasi menjadi lokasi kamera selfie yang banyak disukai orang, ZTE menawarkan konsep baru untuk smartphone yang menampilkan tempat lain untuk menampung kamera yang menghadap depan. Kabarnya ini adalah konsep ZTE Axon V.



Untuk memungkinkan bezel tipis pada ponsel, perangkat konsep ZTE Axon V dilengkapi pengaturan kamera 3D yang dipasang di samping. Menurut laman Notebook Italia yang dilansir SlashGear, konsep itu terdiri dari dua sensor yang dipasang pada tab permanen yang menonjol keluar dari ponsel di sepanjang sisi kanan atas tubuhnya.

Hasilnya adalah rasio layar-ke-tubuh mendekati 100%. ZTE Axon V memiliki fitur panel OLED 6,8 inci dengan rasio aspek 21:9 (mirip Sony Xperia 1, Xperia 10 dan Xperia 10 Plus). Ini dilakukan untuk memberi pengguna pengalaman yang lebih sinematis saat streaming video.
Lupakan vivo dengan Pop-up, Mari Kita Tunggu Wujud Handphone ZTE Ini

ZTE mengatakan akan menggunakan ruang ekstra yang dibuat oleh tab khusus untuk melengkapi perangkat dengan baterai berkapasitas besar. Sedangkan pengaturan kamera ganda di bagian belakang ponsel ditempatkan secara normal di panel belakang.

Terlepas dari status konsepnya saat ini, ada peluang bagus bahwa ponsel ini akan tiba di pasar tahun ini juga. Sejauh ini, tidak ada banyak informasi mengenai fungsi sensor 3D.

Selain selfie, teknologi ini dapat digunakan untuk beberapa jenis sistem pengenalan wajah di smartphone dan keperluan fitur Augmented Reality.

ZTE juga memiliki perangkat konsep lain, Axon S, yang dapat diproduksi secara massal tahun ini. Alih-alih menggunakan tab khusus untuk sensor menghadap ke depan, Axon S memiliki tab geser samping yang berisi kamera menghadap ke depan dan belakang, lampu kilat, dan sensor lain yang diperlukan.

Karena slider membawa sensor kamera depan dan belakang, bagian belakang ponsel adalah panel solid tanpa gangguan apa pun di atasnya.

Baik Axon S atau Axon V menggunakan pemindai sidik jari dalam layar dan speaker pada kedua model disembunyikan di bingkai atas setiap unit. Sensor yang menghadap ke belakang pada Axon S termasuk kamera utama 48 MP, sensor sekunder 19 MP, zoom optik 5x, dan flash Xenon. Menariknya lagi, kedua handphone konsep dapat mendukung konektivitas 5G.
(mim)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak