alexametrics

Facebook dan Youtube Diminta Beri PenjelasanSoal Live Streaming Teroris

loading...
Facebook dan Youtube Diminta Beri PenjelasanSoal Live Streaming Teroris
Kantor Facebook .FOTO/ Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Ketua House Homeland Security Committee, Rep Bennie G. Thompson, menulis surat kepada para eksekutif perusahaan teknologi seperti Facebook dan Youtube. Ia meminta dilakukan pertemuan pada 27 Maret yang akan membahas mengenai tanggapan para raksasa media sosial terhadap siaran langsung serangan teroris di Selandia Baru dan reupload yang tersebar di berbagai platform.

Surat Thompson dikirim kepada CEO Facebook Mark Zuckerberg, CEO YouTube Susan Wojcicki, CEO Twitter Jack Dorsey, dan CEO Microsoft Satya Nadella.

Ia mendesak para pimpinan untuk memprioritaskan penghapusan konten teroris dan memberi penjelasan kepada komite soal tanggapan mereka dan rencana ke depan hal serupa terjadi.



"Saya sangat prihatin mengetahui bahwa salah satu penembak menyiarkan langsung serangan teror ini di Facebook, dan video itu kemudian diunggah kembali ke Twitter, YouTube, dan platform lainnya," kata Thompson dilansir laman The Verge, Rabu (20/3/2019)

"Video ini tersedia secara luas di platform Anda setelah serangan, meskipun ada panggilan dari otoritas Selandia Baru untuk menurunkan video ini," imbuhnya.

Surat itu dikirim sebagai tanggapan atas penembakan massal yang menewaskan 50 orang atas serangan penembakan brutal yang dilakukan di sebuah masjid di Christchurch, Selandia Baru, pekan lalu.

Penembak melakukan streaming langsung serangan di Facebook, dan pengguna lain memposting salinan video di media sosial.

Pada hari Minggu (17/3), Facebook mengatakan bahwa pihaknya telah menghapus hampir 1,5 juta video serangan.

Seorang juru bicara Facebook mengkonfirmasi bahwa perusahaan akan memberi pengarahan kepada komite “segera,” tetapi mereka tidak menyebutkan tanggal pasti atau siapa yang akan memberikan pengarahan tersebut.
(wbs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak