alexametrics

Inovasi Terlalu Mahal, Samsung Akui Tahun Ini Keuntungan Melorot

loading...
Inovasi Terlalu Mahal, Samsung Akui Tahun Ini Keuntungan Melorot
Gerai HP Samsung. FOTO/ Ist
A+ A-
SEOUL - Samsung memprediksi laba perusahaan untuk kuartal pertama tahun ini akan terpangkas hingga mencapai 60% dibanding dari tahun sebelumnya. Penurunan ini dianggap terbesar dalam dua tahun terakhir.

Hal tersebut terjadi lantaran meningkatnya persaingan pasar smartphone akhir-akhir ini yang juga dikuti dengan melambatnya penjualan produk Samsung seperti chip memori dan panel layar.

Samsung diketahui memproduksi chip memori dan panel layar untuk ponsel buatannya sendiri serta Apple. Lalu chip server untuk perusahaan cloud seperti Amazon. Sedangkan bisnis semikonduktor adalah sumber laba terbesar Samsung saat ini.



Dilansir dari Reuters, Sabtu (6/4/2019) produsen smartphone dan chip memori terbesar di dunia ini hanya membukukan laba periode Januari-Maret sebesar 6,2 triliun won, jauh lebih kecil dari pada yang diprediksi oleh Refinitiv SmartEstimate sebesar 6,8 triliun won.

Selain laba operasi yang merosot, Samsung juga memperkirakan akan mengalami penurunan pemasukan sebesar 14 persen dibanding tahun sebelumnya yakni 52 triliun won. Samsung sendiri akan mengungkapkan pendapatan lebih rinci pada akhir April mendatang.

Sementara itu, smartphone premium terbaru yakni Samsung Galaxy S10 sepertinya tidak akan membawa perbaikan kinerja bagi Samsung.

Hal tersebut menurut para analis, lini ponsel flagship itu sulit menghasilkan keuntungan lebih karena biaya inovasi yang tinggi, rendahnya keinginnan konsumen untuk mengupgrade ponsel, dan tingginya kometisi dari para pesaing asal China.
(wbs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak