alexametrics

Mobil Pedesaan Ditarget Mampu Tekan Kematian 'Jamilah' di Indonesia

loading...
Mobil Pedesaan Ditarget Mampu Tekan Kematian Jamilah di Indonesia
Unit AMMDes yang dijadikan Ambulance Feeder untuk menekan angka Jamilah di Indonesia. Foto/Intan R/SINDOnews
A+ A-
BOGOR - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan, Alat Mekanik Multifungsi Pedesaan (AMMDes) dapat dimanfaatkan lebih optimal lagi oleh para perangkat dan masyarakat desa untuk menekan angka kematian ibu melahirkan.

"Teknologi pada AMMDes sama dengan teknologi kendaraan 4WD (wheels drive), sehingga memiliki kekuatan untuk menembus medan berat untuk mengantar ibu hamil ke rumah sakit terdekat. Jadi kita bisa bersama-sama mengurangi angka kematian ibu hamil,” kata Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, dalam workshop bertajuk Peranan AMMDes untuk Memicu Produktivitas dan Kesejahteraan Masyarakat Desa di Bogor.

Lebih lanjut dikatakan, ketangguhan mesin AMMDes dan luasnya daya jelajah mampu mengurangi tingginya angka kematian ibu melahirkan. AMMDes sendiri dilengkapi sistem keamanan yang baik, keempat bannya dilengkapi disc brake dan mampu melaju hingga 55 kilometer per jam.



Kendaraan yang suku cadangnya didominasi pabrikan dalam negeri ini dilengkapi teknologi engine power take off (PTO). Dengan demikian, mobil tidak mudah slip saat berada di medan licin.

Bahkan salah satu lembaga kesehatan internasional, United States Agency for International Development (USAID) juga berencana menggunakannya sebagai ambulance feeder di wilayah-wilayah yang bermedan berat dan minim infrasuktur.

Sekedar informasi, jumlah kematian ibu melahirkan (Jamilah) cukup tinggi. Menurut data World Health Organization (WHO), jumlah kematian ibu melahirkan di Indonesia pada 2016 menduduki peringkat kedua di ASEAN.
(mim)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak