alexametrics

Media Sosial Tokoh Politik dan Agama Dibajak

Pemilik Akun Media Sosial yang Diretas Tak Sadar Sudah Lama Dibidik

loading...
Pemilik Akun Media Sosial yang Diretas Tak Sadar Sudah Lama Dibidik
Akun media sosial milik tokoh dan ulama diperkirakan sudah diincar sejak lama oleh pelaku peretasan. Foto/ist
A+ A-
JAKARTA - Pengamat teknologi dari Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi, menilai, akun media sosial (medsos) yang diretas sudah ditarget lama. Bahkan akun itu sebetulnya sudah dicuri beberapa bulan sebelumnya, tapi sang pemilik tidak menyadarinya.

"Bisa jadi ini tidak serta merta, tapi sudah dibidik atau dicuri beberapa bulan lalu tapi tidak sadar (pemiliknya)," ungkapnya kepada SINDOnews, Kamis (18/4/2019).

Hal ini disampaikannya menanggapi banyaknya peretasan yang terjadi pada beberapa akun media sosial milik ulama dan tokoh akhir-akhir ini. Soal penyebab diretasnya akun tersebut, kata Heru, banyak faktor seperti kesadaraan keamanan akun seperti penggunaan password yang tidak kuat.



"Banyak faktor. Bisa memang hacker-nya canggih, bisa juga karena kesadaran keamanan akan akun dengan password yang tidak kuat dan kemudian dipancing dengan email phising ke link tertentu yang kemudian password dicuri," ungkap Heru Sutadi. (Baca juga: Ini Beberapa Akun Tokoh yang Dibajak Jelang Pencoblosan)

"Bisa juga dengan cara coba pakai ponsel lain dan seakan kita kehilangan password atau pin dan dikirim ke nomor asli. Kemudian di nomor asli di telepon dan mengaku salah masukan info dan meminta passcode yang dikirimkan," sebutnya.

Belakangan banyak beredar kabar beberapa akun nomor WhatsApp, medsos dari sejumlah tokoh mengalami peretasan dan dibajak oleh pihak yang tak bertanggung jawab. Peristiwa ini terjadi beberapa hari menjelang pencoblosan Pemilu 2019.

Sebut saja akun WA atau medsos yang dimiliki oleh Ustaz Abdul Somad (UAS), mantan Sekretaris Kementerian BUMN M Said Didu, Komaruddin Hidayat, dan politikus Partai Gerindra Fadli Zon.
(mim)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak