alexametrics

Samsung Disebut Batalkan Pra-Penjualan Galaxy Fold di Shanghai, Kenapa?

loading...
Samsung Disebut Batalkan Pra-Penjualan Galaxy Fold di Shanghai, Kenapa?
Samsung dikabarkan membatakan prapenjualan Galaxy Fold di Shanghai pada pekan ini. Hal ini menyusul laporan reviewer pascaujicoba handphone. Foto/ist
A+ A-
SHANGHAI - Menyusul keluhan sejumlah reviewer atau pengulas terhadap kualitas Samsung Galaxy Fold, perusahaan dikabarkan membatalkan masa prapenjualan handphone.

Seperti yang SINDOnews beritakan belum lama ini, sejumlah pengulas melaporkan adanya kerapuhan tampilan atau layar pada Galaxy Fold. Tampilan tidak berfungsi dalam banyak kasus.

Samsung pun cepat merespons dengan mengatakan akan menyelidiki masalah ini secara mendalam. Di samping itu, mereka juga menyarankan pengguna untuk tidak menghapus film pelindung karena dapat menyebabkan kerusakan akibat lapisan itu sudah teintegrasi dengan layar.



Laporan terbaru, seperti diungkap laman Giz China, Samsung telah membatalkan sementara prapenjualan untuk smartphone layar lipat ini. Sebelumnya ponsel dijadwalkan menjalani pra penjualan di Shanghai pada Rabu pekan ini.Menurut perusahaan, masalah tempat adalah alasan pembatalan. Hanya banyak pihak yang percaya bahwa Samsung mungkin kesulitan dengan masalah tampilan yang mengguncang perangkat mahal tersebut.Meskipun Samsung mengatakan film pelindung pada layar tidak boleh dihapus, tidak semua masalah tampilan disebabkan oleh penghapusan film pelindung. Sampai sekarang, perusahaan tidak memberikan tanggal baru untuk pra-penjualan. Galaxy Fold sendiri dijual di Amerika Utara seharga Rp28,1 juta.
Selain bentuk yang dapat dilipat (layar eksternal 4,6 inci, layar internal 7,3 inci), Galaxy Fold juga dilengkapi chip Snapdragon 855. Ditambah memori flash UFS 3.0 512 GB pertama dengan kecepatan baca sekuensial Androbench lebih dari 1 GB per detik dan baterai handphone 4.380 mAh.
(mim)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak