alexametrics

Respons Industri 4.0, Aplikasi BUMN Ini Adopsi Augmented Reality

loading...
Respons Industri 4.0, Aplikasi BUMN Ini Adopsi Augmented Reality
Tampak suasana grand launching aplikasi Mediv oleh Kimia Farma di Ice Palace, LotteShopping Avenue, Jakarta. Foto/ist
A+ A-
JAKARTA - Transaksi perdagangan secara online atau daring semakin menjamur lantaran kemudahan dan kepraktisannya. Tak mau ketinggalan di era perkembangan teknologi, PT Kimia Farma (Persero)Tbk atau Kimia Farma berinovasi melahirkan aplikasi Mediv.

Platform digital Mediv diciptakan untuk memudahkan masyarakat melakukan jual beli produk kesehatan (healthcare) dan kosmetik berkualitas. Platform e-commerce ini mengajak masyarakat untuk menjadi entrepreneur (pebisnis) dengan menjadi mitra Mediv.

Melalui toko kesehatan virtual ini pula, para mitra Mediv dapat berbisnis berbagai produk healthcare berupa alat kesehatan, kosmetik, skin care, suplemen kesehatan, personal care (perawatan diri), dan lainnya.



“Hanya bermodalkan smartphone, masyarakat sudah bisa berbisnis produk kesehatan dan kosmetik di aplikasi Mediv. Adanya fitur unggulan berupa Mediv screen dan Mediv Augmented Reality (AR) akan menawarkan pengalaman berbelanja di dunia maya atau online layaknya di dunia nyata. Ini merupakan era mudah berbisnis, ibaratnya hanya ‘bermodalkan jari’,” ungkap Direktur Utama Kimia Farma, Honesti Basyir dalam grand launching Mediv di Jakarta.

Di samping menambah penghasilan, para mitra Mediv akan memperoleh kemudahan untuk menjual produk-produknya. Hampir tidak memerlukan modal, para mitra Mediv juga tidak perlu menyediakan ruangan atau gudang untuk menyimpan stok barang.

Sebab, jamin dia, barang pesanan akan langsung dikirim ke konsumen setelah transaksi berhasil dilakukan. Untuk menjadi mitra Mediv, masyarakat hanya perlu melakukanpendaftaranpada situs web mediv.co.id

Masyarakat yang ingin berbisnis melalui Mediv dapat mengunduh aplikasi Mediv yang saat ini tersedia di Play Store (aplikasi Android). Para mitra dapat menemukan kemudahan akses, penggunaan, dan transaksi.

"Produk-produk yang disajikan juga ditampilkan secara 3D selayaknya berbelanja secara konvensional. Untuk melakukan pemesanan, konsumen cukup memilih barang yang diinginkan. Selanjutnya, pesan dan isi alamat lengkap," paparnya.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kimia Farma merespons positif era industri 4.0 dengan terus berupaya mengimplementasikan perkembangan teknologi dalam industri farmasi dan heathcare.
(mim)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak