alexametrics

Blue Origin Sukses Uji Pesawat Antariksa

loading...
Blue Origin Sukses Uji Pesawat Antariksa
Blue Origin Sukses Uji Pesawat Antariksa. (Reuters).
A+ A-
LOS ANGELES - Blue Origin, perusahaan roket yang didirikan miliarder Jeff Bezos, sukses melaksanakan uji coba pengiriman wahana antariksa untuk kepentingan wisata.

Roket tanpa awak itu lepas landas di fasilitas pengiriman roket di texas pada Kamis pagi (2/5) waktu setempat. Itu membawa 38 muatan penelitian, termasuk sebuah eksperimen untuk menguji perawatan untuk paru-paru yang sakit dan eksperimen mahasiswa untuk menguji perubahan temperature di gravitasi rendah.

Itu merupakan uji terbang tanpa awak ke-11 untuk roket New Shepard. Itu menjadi uji coba terakhir sebelum Blue Origin akan menjual tiket dan mengirimkan pelanggan pertamanya ke antariksa. Blue Origin menyatakan sebelumnya mereka ingin membuka New Shepard untuk kepentingan bisnis pada 2019.



Melansir CNN, Blue Origin ingin mengirimkan penumpang ke orbit bumi dengan ketinggian sekitar 100 km. Itu menjadi garis untuk melihat bumi dari antariksa yang penuh petualangan dan keindahan. Nantinya, wisatawan antariksa akan memiliki pengalaman selama beberapa menit di orbit bumi sebelum kapsul itu kembali turun ke bumi.

Mereka menyatakan program tersebut masih terus berkembang. Mereka telah mengumumkan akan menjual tiket, tetapi belum menentukan kapan pasti tiket akan dijual dan berapa harga pastinya.

Kapsul Blue Origin melepaskan diri dari roket hingga terbang mencapai 346.000 kaki di atas bumi. Roket New Shepard kembali mendarat dengan selamat di tempat peluncuran. Sedangkan kapsul dengan empat parasut berhasil mendarat dengan pelan-pelan sekitra 16 mil per jam.

Menurut Kepala Strategi Astronot dan Penjualan Blue Origin, Ariane Cornell, mengungkapkan wahan itu mampu meluncur dengan kecepatan 3.500 km per jam. “Kita akan mengirimkan penerbangan ke antariksa sebelum akhir tahun dan kapsul baru itu akan diberi nama RSS First Step,” kata Cornell dilansir Orlando Sentinel.

Apa singkatan RSS? Cornell mengungkapkan RSS merupakan reusable space ship atau wahana antariksa yang bisa digunakan kembali. “First Step, karena itu adalah kapsul pertama yang akan meluncur mengangkut orang. Itu akan membawa visi kita bahwa jutaan orang bisa hidup dan bekerja di antariksa,” katanya.

Nantinya, ketika penerbangan pariwisata ke antariksa dimulai, New Shepard akan mengakut enam manusia ke orbit bumi selama 11 menit penerbangan dari peluncuran hingga pendaratan. “Dengan jendela yang mencapai sepertiga struktur kapsul, kamu bisa melihat bulatnya bumi dan kegelapan kosmos. Setiap detail kapsul akan menjamin keselamatan dan kenyamanan,” demikian keterangan Blue Origin.

Kesuksesan New Shepard akan membantu Blue Origin berkompetisi langsung dengan Virgin Galactic milik Richard Branson yang juga menargetkan pasar pariwisata antariksa. Dia menyatakan akan terbang dengan penumpang Virgin Galactic pada pertengahan 2019. Sebanyak 600 orang sudah memesan tiket Virgin Galactic dengan harga antara USD200.000 hingga USD250.000.

Sebelumnya, Blue Origin memang berjanji akan mengirim kan wisatawan dengan wahana New Shepard pada awal tahun ini. Namun, mereka belum mengumumkan tarif tiketnya.“Kami akan menerbangkan orang pada 2019, tapi biar semuanya jelas, kami juga akan mengumumkan (tarif) jika kami sudah siap,” kata Kepala Strategi Astronot dan Penjualan di Blue Origin, Ariane Cornell.

Pada Juli lalu banyak media melaporkan, mengutip sumber resmi, tiket untuk penerbang an New Shepard diper kirakan mencapai USD200.000 hingga USD300.000 per orang.

Blue Origin mengungkap kan, mereka berencana mengangkut penumpang bukan awak pada penerbangan bulan lalu. Namun, lantaran alasan teknis, ujicoba tersebut ditunda. Mereka memang berencana menggunakan New Shepard untuk menerbangkan wisatawan ke antariksa. Itu termasuk produksi video untuk pengalaman penerbangan.

Bukan Hanya untuk Orang Kaya Bagaimana dengan Blue Origin yang belum mengumumkan tiket penerbangan antariksanya? Cornell menyatakan, eksplorasi antariksa Blue Origin untuk semua orang.

Artinya, penerbangan tersebut tidak hanya dibatasi oleh orang kaya yang mampu membeli tiket. “Antariksa memang petualangan yang mahal,” kata Cornell. Karena itu, Blue Origin akan mencari cara agar bukan hanya orang kaya yang bisa terbang ke antariksa.

Cornell pun mengaku ingin ikut terbang ke antariksa. “Percayalah, jika saya bisa, saya bisa melompat ke atas roket (New Shepard) besok,” ujarnya. Dia mengungkapkan, dirinya ha nya khawatir. “Tapi, kita akan melakukan semuanya sebaik-baiknya.”

New Shepard sudah beberapa kali menerbangkan kapsul. Terakhir penumpang boneka manusia ber nama Mannequin Sky walker diajak terbang se bagai bentuk simulasi terbang ke antariksa. Sebagai bentuk promosi, Blue Origin meluncurkan video tentang peluncuran New She pard.

Sementara itu, Virgin Galactic yang sudah menjual tiket penerbangan untuk wahana terbang ke orbit bumi dengan Space ShipTwo lebih dari satu dekade lalu. Branson mengungkapkan, harga tiket itu bisa meningkat. “Tarif tiket bisa saja naik dalam waktu dekat,” ujarnya. Tiket itu dijual di 140 agen penerbang an antariksa. Calon penunmpang yang sudah memesan tiket tersebut di antaranya Tom Hanks, Ashton Kutcher, Katy Perry, Brad Pitt, Angelina Jolie, dan lainnya.

Tiket komers al bersama Virgin Galactic, menurut Branson, tidak akan turun dalam waktu dekat. Namun, dalam tiga tahun mendatang tiket itu bisa saja menurun. Namun, dia tidak menjelaskan berapa persen penurunan tiket dalam be berapa tahun mendatang.

Virgin juga mem buat anak perusahaan, Virgin Orbit, untuk meluncurkan satelit kecil ke antariksa pada Desember atau Januari. “Saya berharap Virgin Orbit akan membantu banyak orang di seluruh dunia akan terkoneksi lebih baik,” katanya.

Selain itu, Branson dan Be zos bersaing dengan Space X. Perusahaan yang didirikan Elon Musk berencana mengirimkan pesawat antariksa un tuk berkeliling bulan. Misi keliling bulan diperkirakan akan dilaksanakan pada 2023. (Andika Hendra M).
(nfl)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak