alexametrics

Pakai Data Astronomis, Planetarium Jakarta Prediksi 1 Ramadhan Seragam

loading...
Pakai Data Astronomis, Planetarium Jakarta Prediksi 1 Ramadhan Seragam
Menggunakan data astronomis, Planetarium Jakarta memprediksi penetapan tanggal 1 Ramadhan 1440 H akan seragam. Foto/ist
A+ A-
JAKARTA - Tahun ini diprediksi pelaksanaan 1 Ramadhan akan dilaksanakan secara seragam oleh umat Islam. Sebab dalam dua sistem perhitungan yang berbeda, awal bulan puasa jatuh di tanggal yang sama.

"Kami sampaikan data astronomis observasi Planetarium Jakarta ketinggian hilal pada 29 Syaban 1440 H atau 5 mei 2019 di wilayah NKRI (lihat gambar di atas). Dari data tersebut kecenderungan 1 Ramadhan 1440 H akan bersamaan karena baik yang menggunakan wujudul hilal maupun imkanur rukyat sudah masuk kriteria," ungkap Kepala Satuan Pelaksana Teknis Pertunjukkan dan Publikasi UP PKJ TIM Jakarta, Eko Wahyu Wibowo kepada SINDOnews melalui pesan singkatnya, Minggu (5/5/2019).

Walaupun data astronomis sudah meyakinkan, tapi dia meminta masyarakat tetap menunggu hasil Sidang Isbat Kementerian Agama (Kemenag) yang akan digelar sore ini.



Untuk diketahui, Sidang Isbat awal Ramadhan 1440 H/2019 M akan digelar, Minggu sore nanti. Sidang rencananya dimulai pukul 17.00 WIB di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta.

"Acara akan dimulai dengan pemaparan posisi hilal awal Ramadhan oleh Tim Falakiyah Kementerian Agama," kata Direktur Jenderal Bimas Islam Muhamadiyah Amin.

Usai pemaparan setelah Magrib, pihaknya juga akan melaporkan hasil data hisab dan pantauan Rukyatul hilal yang telah dilakukan oleh Tim Kemenag di seluruh Indonesia. "Kita melakukan pantauan Rukyatul Hilal di 102 titik di Indonesia," tuturnya.Sementara itu, PP Muhammadiyah sebelumnya sudah jauh-jauh hari menetapkan tanggal 1 Ramadhan 1440 H atau 1 Ramadhan 2019 jatuh pada hari Senin, 6 Mei.
(mim)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak