alexametrics

Pengembang Korea Minati Industri Game di Indonesia

loading...
Pengembang Korea Minati Industri Game di Indonesia
Tampak salah satu kegiatan 2019 Challenge Market Program in Indonesia yang berlangsung dengan beragam agenda. Foto/ist
A+ A-
JAKARTA - Gyeonggi Content Agency (GCA) menyatakan dukungannya dalam pengembangan pasar game di Indonesia. Dukungannya itu dilakukan dengan menggandeng pengembang game di Tanah Air.

Untuk memajukan industri di Indonesia, Presiden Gyeonggi Content Agency (GCA), Chang-hee Oh, menggelar Challenge Program in Indonesia. Acara itu diselenggarakan guna mendukung pengembang game di Provinsi Gyeonggi memasuki pasar Indonesia.
Pengembang Korea Minati Industri Game di Indonesia

Program sendiri telah dituntaskan pada 26 April lalu. Bersama Union SPACE sebagai venue partner, acara mengundang sederet perusahaan pengembang game Indonesia untuk mencoba game buatan Korea.

Bertempat di event space UnionSPACE, Satrio Tower, Kuningan, Jakarta, program dilangsungkan selama lima hari bersama lima pengembang game yang ingin meningkatkan pasarnya di Indonesia. Lima pengembang game tersebut, yaitu Caret Games (Arcross Chronicles, co-CEO, Misun Kin dan Hoyong Kim), Minglecon (Minglecon Rolling English 240, CEO, Helen Jean), Nusoft (Three Kingdoms Infinite Challenge, CEO, Younggwan Kim), Sky People (Final Blade, CEO, Derek Park), dan Soul Games (Luna Mobile, CEO, Taedoo Um).
Pengembang Korea Minati Industri Game di Indonesia

Pada 24 April berlangsung juga berbagai agenda seperti IR pitching dan pertemuan bisnis one-on-one. Ada 23 perusahaan, termasuk penerbit game Indonesia seperti LYTO, Megaxus, Melon by Telkomsel, venture capital serta investor turut mengambil bagian pada kegiatan tersebut. Di saat yang bersamaan, berlangsung juga 41 sesi bincang bisnis dengan konsultasi senilai USD1,52 juta dan kontrak USD8 juta.



Dalam keterangan pers yang diterima SINDOnews, lima MOU kerja sama telah ditandatangani. Detailnya, Soul Games dengan Megaxus dan Melon by Telkomsel, Minglecon dengan Arsanesia, dan NUsoft dengan Melon by Telkomsel dan 8 Elements. Seluruh hasil di atas menunjukkan kualitas mobile game Korea serta potensinya untuk memasuki pasar game Indonesia.
Pengembang Korea Minati Industri Game di Indonesia

2019 Challenge Market Program in Indonesia berlangsung dengan beragam agenda. Sebut saja seminar pakar yang diadakan untuk memperdalam pemahaman mengenai pasar game Indonesia pada 23 April.

Ada pula sesi FGT ( Focus Group Testing ) untuk mendapatkan reaksi dan tanggapan dari para peserta pada 25 April. Selama berlangsungnya acara, peserta juga mengunjungi penerbit game lokal seperti LYTO, Melon by Telkomsel, dan Orange Games untuk melihat bagaimana mereka bekerja dan merasakan nuansa perusahaan lokal Indonesia.
Pengembang Korea Minati Industri Game di Indonesia

“Challenge Market Program in Indonesia merupakan acara yang kedua. Yang pertama diadakan pada 2016. GCA akan tetap menjalankan program di Indonesia, Vietnam dan Thailand untuk mempromosikan pengembang game di Provinsi Gyeonggi untuk maju ke pasar Asia Tenggara,” kata Chang-hee.
(mim)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak