alexametrics

Dari 264,16 Juta Penduduk Indonesia, 171,17 Juta Jiwa Gunakan Internet

loading...
Dari 264,16 Juta Penduduk Indonesia, 171,17 Juta Jiwa Gunakan Internet
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia sat merilis hasil survei mengenai penetrasi perilaku pengguna internet di Tanah Air. Foto/Intan R/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) bekerja sama dengan Polling Indonesia merilis hasil surveinya mengenai penetrasi perilaku pengguna internet di Tanah Air.

Pemaparan soal hasil survei ini disampaikan oleh Sekjen APJII, Henri Kasyfi Soemartono, dalam acara yang juga sekaligus merayakan hari lahir APJII ke-23 di Ayana Mid Plaza, Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Dari seluruh total 5.900 sampel yang diambil dari masing-masing provinsi, penetrasi pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai 64,8%. Artinya dari 264,16 juta penduduk di Indonesia, 171,17 juta jiwa sudah menggunakan internet.



"Jika dibanding tahun 2017 ke 2018, angka itu naik 10,12% dari yang sebelumnya hanya 54,68% penetrasi internet di Indonesia," ungkapnya saat ditemui wartawan seusai acara.

Soal kontribusi terbesar penyumbang penetrasi di Pulau Jawa, kata Henri, Provinsi Jawa Barat berkontribusi 41,7% atau menduduki peringkat pertama. Kemudian disusul Jawa Timur (41,1%), Banten (35%), Jawa Tengah (28,6%), DIY (26,3%), dan terakhir DKI Jakarta (19,6%).

"Kalau penetrasi itu kita bicara masalah jumlah pengguna dibandingkan dengan populasi di area tersebut," katanya menjelaskan.

Angka penetrasi terus naik diakui oleh Henri karena insfrastruktur jaringan internet yang terus digenjot, baik oleh pihak pemerintah maupun swasta. "Bisa tumbuh ya karena kami bangun infrastruktur. Kami ada 450 anggota, dari anggota kita yang terbesar sampai yang terkecil pun semua turut membangun infrastruktur, semua membangun untuk masyarakat," tandasnya.
(mim)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak