alexametrics

Konsumen Makin Aman dengan Desain Kamera Putar dan Geser

loading...
Konsumen Makin Aman dengan Desain Kamera Putar dan Geser
Konsumen Makin Aman dengan Desain Kamera Putar dan Geser
A+ A-
KARENA konsumen tergila-gila dengan selfie, pabrikan menjawabnya dengan perbaikan pada kualitas kamera depan. Bahkan, vendor seperti Vivo dan Oppo sukses menarik perhatian konsumen lewat kamera yang berfokus pada selfie. Di beberapa varian, ukuran megapiksel di kamera selfie bahkan lebih besar dibandingkan kamera belakang.

Namun, tetap saja kamera depan dianggap sebagai kamera “kelas dua”. Sementara, kualitas sesungguhnya tetap ada di kamera utama. Lalu, muncul wacana seperti ini: bagaimana jika kamera selfie dan kamera utama sama kualitasnya? Bagaimana jika keduanya menggunakan kamera yang sama? Hal ini yang coba dijawab oleh sejumlah vendor ponsel dengan teknologi kamera yang berputar.

Dan sebenarnya, ini bukan hal baru. Pada 2014 Oppo mengklaim merilis kamera berputar pertama di smartphone lewat Oppo N1. Konsepnya, kamera selfie juga digunakan sebagai kamera utama. Saat itu spesifikasinya adalah 13 MP dengan kamera yang berputar 206 derajat. Kamera Oppo N1 tidak menggunakan motor, tapi harus diarahkan manual. Kini, teknologi kamera putar disempurnakan.



Belum lama ini di Thailand, Samsung memperkenalkan Galaxy A80, kamera putar pertama Samsung. Ponsel itu akan segera rilis di Indonesia, berada di atas kakaknya, A70, sudah mulai dijual di Indonesia dengan banderol Rp5,8 juta. Kamera putar Galaxy A80 meng usung konsep pop-up rotating camera, yang bisa berputar menghadap ke arah depan dan belakang.

Ada tiga kamera, terdiri dari kamera utama 48 megapiksel dengan lensa wide (f/2.0), kamera 8 megapiksel dengan lensa ultrawide (f/2.2), dan kamera 3D d epth untuk menerapkan efek bokeh . Adapun A80 menggunakan chip Snapdragon 730 yang dipadu RAM 8 GB serta memori internal 128 GB dengan kapasitas baterai sebesar 3.700 mAh.

Selain A80, Asus Zenfone 6 yang baru saja dikenalkan di Valencia, Spanyol, juga mengusung konfigurasi kamera unik. Ponsel tersebut juga memakai teknologi kamera putar atau kamera flip, yang dampaknya membuat tampilan layar Zenfone 6 bersih dari poni. Asus mengklaim bahwa kamera flip tersebut bisa tahan sampai 100.000 kali dibuka tutup.

Agar konsumen lebih yakin, Asus juga membenamkan sensor gravitasi untuk mendeteksi ketika ponsel jatuh. Ketika sensor aktif, teorinya kamera akan segera menutup secara otomatis. Adapun Zenfone 6 memiliki konfigurasi kamera ganda yang terdiri dari lensa utama sebesar 48 MP dan lensa ultrawide sebesar 13 MP.

Selain itu, Asus berusaha menyaingi Huawei lewat fitur Super Night Mode yang teorinya mampu memotret lebih baik di tempat minim cahaya. Zenfone 6 sudah mendukung Snapdragon 855 serta kartu grafis Adreno 640. Baterainya mencapai 5.000 mAh. Sebelum kamera putar, beberapa vendor Tanah Air juga berinovasi dengan motor di kamera.

Vivo, misalnya, menjadi pelopor desain kamera selfie 32MP pop-up camera di pasar Indonesia, melalui seri Vivo V15. Kamera selfie tersembunyi sehingga tampilan layar menjadi penuh. Kamera selfie itu sudah memakai teknologi artificial intelligence (AI) sehingga diklaim dapat menangkap detail wajah pengguna. Kemudian, Oppo juga berinovasi lewat kamera geser (sliding camera) di Oppo Find X.

Modul Stealth 3D Camera menyembunyikan kamera depan dan belakang di dalam bodi perangkat saat tidak dipakai. Alhasil, layar Oppo Find X pun bisa memenuhi bagian depan dengan rasio hingga 93,8% berbanding bodi. Daya tahan kamera tersembunyi Modul Stealth 3D Camera Oppo Find X menggunakan mekanisme geser (slider) dengan penggerak micro motor. Daya tahannya diklaim mencapai 300.000 kali naik-turun atau setidaknya 5 tahun.
(don)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak