alexametrics

Putuskan Huawei, Posisi Google Dinilai Makin Sulit di China

loading...
Putuskan Huawei, Posisi Google Dinilai Makin Sulit di China
Ilustrasi Google. FOTO/ Ist
A+ A-
MOUNTAIN VIEW - Langkah Google menarik layanan mereka untuk Huawei dinilai malah akan mempersulit raksasa pencarian itu masuk kembali ke pasar China. Padahal, Negara Tirai Bambu tersebut merupakan pasar yang sangat menguntungkan.

"Mereka berjalan lebih pada tali politik daripada pemain lain. Pencetak uang terbesar sekelas Google tidak akan ada di sana," kata Bob O'Donnell Presiden Techanalysis Research, dilansir dari CNET, Jumat (24/5/2019).

Google saat ini, kata O'Donnell, berada dalam posisi yang sulit.



Langkah Google tersendat pada 2010. Google menarik diri dari pasar pencarian China setelah salah satu pendiri Sergey Brin mengutip kebijakan "totaliter" pemerintah, termasuk penyensoran web.

Sejak itu, Google berulang kali mencoba kembali ke pasar yang besar dan menarik, hanya untuk menarik kemarahan anggota parlemen dan pendukung hak asasi manusia.

Berita soal proyek kembalinya Google ke China, Dragonfly, muncul lagi tahun lalu. Google menyebut pekerjaan itu hanya berupa proyek eksplorasi.

Google juga dikritik laboratorium intelijen buatannya di Beijing, yang resmi dibuka pada 2017. Bahkan, Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat, Jenderal Joseph Dunford, menegaskan pembukaan laboratorium itu secara tidak langsung menguntungkan militer China.

Raksasa mesin pencarian itu memang bukan satu-satunya yang tidak bisa diakses di China, ada juga Facebook dan Twitter yang juga turut tak bisa memberikan layanan ke negara tersebut
(wbs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak