alexametrics

Google Hapus Aplikasi Layanan Antar Ganja di Play Store

loading...
Google Hapus Aplikasi Layanan Antar Ganja di Play Store
Aplikasi yang menawarkan pengiriman rokok ganja sekarang juga beresiko dihapus dari Play Store. Namun ada pengecualian, jika para pengembang mampu mematuhi serta menghapus fitur tersebut dalam 30 hari. Foto/ist
A+ A-
MOUNTAIN VIEW - Google memperbarui kebijakan di Play Store yang isinya melarang aplikasi yang secara langsung menjual atau membantu memfasilitasi penjualan ganja. Bahkan kebijakan tersebut juga berlaku di negara bagian tempat ganja dilegalkan.

Aplikasi yang menawarkan pengiriman rokok ganja sekarang juga beresiko dihapus dari Play Store. Namun ada pengecualian, jika para pengembang mampu mematuhi serta menghapus fitur tersebut dalam 30 hari.

Dilansir dari Engadget, Jumat (31/5/2019), secara eksplisit kebijakan itu melarang aplikasi memfasilitasi penjualan ataupun produk marijuana. Lebih lanjut, disebutkan contoh-contoh pelanggaran termasuk membuat pengguna bisa memesan obat terlarang itu lewat aplikasi.Google juga melarang aplikasi yang membantu pengiriman atau pengambilan obat. Atau platform itu melarang penjualan produk lain yang mengandung bahan bisa dimakan THC (Tetrahydrocannabinol).
Aplikasi seperti Weedmaps, yang menawarkan pemesan lewat platform serta Eaze yang kemungkinan harus membuat perusahan atas layanan mereka. Jika tidak melakukannya, keduanya mendapatkan pelarangan.



Juru Bicara Eaze mengaku kecewa dengan keputusan Google ini. Dia mengatakan kebijakan itu malah mendorong berkembangnya pasar ilegal. "Keputusan Google mengecewakan perkembangan yang hanya akan membantu pasar ilegal berkembang, namun kami percaya Google, Apple dan Facebook akan melakukan hal yang benar dan memungkinkan perusahaan ganja legal untuk melakukan bisnisnya di platform mereka," katanya

Juru bicara itu juga meminta maaf atas adanya ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan maupun pasien.
(mim)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak