alexametrics

Ini Jawaban Sederhana Huawei Setelah 'Ditendang' oleh ARM

loading...
Ini Jawaban Sederhana Huawei Setelah Ditendang oleh ARM
Huawei menghormati keputusan ARM, perusahaan pemasok teknologi chipset Kirin, untuk menghentikan kerja sama dalam memproduksi prosesor HiSilicon. Foto/ist
A+ A-
BEIJING - Huawei ditendang sana-sini oleh pemasok teknologi sejak masuk blacklist Presiden AS, Donald Trump. Bahkan ARM, perusahaan yang mempunyai paten penting dalam arsitektur chipset juga memutuskan kerja sama dengan Huawei.

Ya, sejak diberlakukannya pembatasan pada Huawei, raksasa China ini sepertinya tidak dapat berkembang. Dalam beberapa hari terakhir, banyak perusahaan yang terpaksa menyerah atau membatasi kerja sama dengan produsen smartphone dan elektronik terkemuka ini. Sebut saja Google, Qualcomm, serta organisasi SD Association.

Khusus untuk ARM, mereka adalah penyedia teknologi asal Inggris untuk prosesor yang dibangun HiSilicon, yakni Kirin. Merespons keputusan ARM, Huawei menyatakan memahami atas tindakan perusahaan arsitektur chip tersebut.



"Setelah Departemen Perdagangan AS mengumumkan keputusannya menambahkan Huawei ke Daftar Entitas-nya, rantai produksi dan pasokan kami telah mematuhi semua hukum dan peraturan yang berlaku, dan semuanya tetap berjalan seperti biasa. Saat ini, pemasok ARM kami sedang meninjau dan mengevaluasi dampak dari keputusan Departemen Perdagangan, dan secara aktif berkomunikasi dengan Pemerintah AS. Kami sepenuhnya memahami dan mendukung mereka. Baru-baru ini, banyak mitra kami memilih untuk tetap bersama kami dan mengatasi badai ini bersama-sama. Kami sangat berterima kasih atas ini. Ke depan, Huawei akan terus bekerja dengan mitra kami untuk melindungi kepentingan pelanggan dan konsumen kami di seluruh dunia, menjaga ketertiban di pasar, dan memastikan perkembangan industri kami yang sehat," kata Huawei seperti disitas dari laman TechLapse.

Berdasarkan pernyataan Huawei, mereka mematuhi semua hukum yang berlaku dan semua operasi perusahaan dijamin tetap seperti biasa. Raksasa teknologi itu juga mengatakan banyak dari mitra mereka telah memilih untuk tetap bersamanya dalam menghadapi tekanan Pemerintah AS.

Huawei juga mengatakan akan terus bekerja dengan mitranya di seluruh dunia untuk melindungi kepentingan pelanggan mereka. Sekaligus memastikan perkembangan industri yang sehat.
(mim)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak