alexametrics

AT&T Resmi Batalkan Pre-order Samsung Galaxy Fold

loading...
AT&T Resmi Batalkan Pre-order Samsung Galaxy Fold
Vendor telekomunikasi di AS membatalkan pre-order Samsung Galaxy Fold karena ketidakpastian peluncuran. Foto/ist
A+ A-
WASHINGTON - AT&T akhirnya memutuskan membatalkan preorder Samsung Galaxy Fold. Mereka telah mengirim email kepada pelanggannya untuk menginformasikan pre-order Galaxy Gold mereka resmi telah dibatalkan.

Dalam email-nya, vendor telekomunikasi AS itu mengatakan, Samsung menunda rilis Galaxy Fold, yang berarti kami tidak dapat mengirim telepon Anda". Pelanggan AT&T yang terkena pembatalan akan menerima kartu promosi USD100 dan dapat melakukan pemesanan lain begitu Samsung memiliki tanggal rilis final.

Laman Giz China menyebutkan, Samsung seharusnya mulai mengirim ponsel layar lipatnya pada akhir April lalu. Karena ada masalah dengan layarnya, maka pabrikan Korea itu terpaksa menunda peluncurannya. Sampai hari ini pun masih belum ada tanggal peluncuran baru dari handphone canggih itu.



Perlu diketahui, Samsung telah bekerja keras untuk menyelesaikan masalah yang terjadi. Laporan menunjukkan perusahaan telah berhasil melakukan perubahan yang diperlukan. Hanya mereka sampai sekarang belum mengonfirmasi kapan akan merilis smartphone lipat pertamanya itu.

Sebuah laporan baru-baru ini mengonfirmasi bahwa perangkat tidak akan dirilis pada bulan Juni. Hal itu memaksa peritel Best Buy membatalkan semua pre-order, tapi sebuah laporan baru dari Korea Selatan yang dikomentari oleh DJ Koh, CEO Samsung Mobile, menunjukkan perusahaan akhirnya akan merilis Galaxy Fold pada bulan Juli.

Samsung juga harus mengadakan acara pers akhir bulan ini untuk menjelaskan secara rinci perubahan yang dilakukan pada Galaxy Fold sebelum mendistribusikan perangkat. Kita tunggu saja kabar baiknya dari DJ Koh tentang nasib handhone Galaxy Fold.
(mim)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak