alexametrics

Pengamat Minta Jika Ingin Blokir Medsos Pilih-Pilih

loading...
Pengamat Minta Jika Ingin Blokir Medsos Pilih-Pilih
Ilustrasi internet. FOTO/ Ist
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyiapkan opsi untuk kembali melakukan pembatasan terhadap akses ke sejumlah fitur media sosial (medsos).

Kendati demikian, menurut pengamat sosial media Heru Sutadi, tindakan tersebut tak perlu dilakukan karena memang tidak efektif. Pernyataan itu ia lontarkan berdasarkan pada pengalaman sebelumnya, di mana Kominfo melakukan pembatasan Medsos pada 22 hingga 25 Mei 2019.

"Nggak perlu lah dibatasi. Yang kemarin kan juga tidak efektif karena bisa pakai VPN," ujarnya kepada SINDOnews, Jumat (14/6/2019).



Lebih lanjut, ia mengatakan, jika ingin dilakukan pemblokiran jangan disamaratakan antara para pengguna biasa dengan oknum penyebar hoaks dan ujaran kebencian.

"Kalau mau diblokir, jangan disamaratakan antara yang baik dan nakal. Yang nakal karena kirim hoax dan ujaran kebencian langsung blok. Akun akun robot langsung diblok. Jadi ada mekanisme reward dan punishment juga," tegasnya.

Pasalnya, tindakan pemblokiran itu hanya akan merugikan para konsumen. Mereka yang sudah membayar penuh laynana telekomunikasi malah dibatasi. Bahkan menurut Indef, kerugian mencapai ratusan miliar akibat kebijakan tersebut.

"Belum lagi yang jualan online. Kan menurut Indef kerugikan hingga ratusan miliar dari kebijakan penutupan medsos," ungkap Heru.
(wbs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak