alexametrics

Juru Bicara Huawei Konfirmasi Ponsel Layar Lipat Mate X Diluncurkan September

loading...
Juru Bicara Huawei Konfirmasi Ponsel Layar Lipat Mate X Diluncurkan September
Huawei akhirnya memberikan kepastian waktu kapan Mate, X, ponsel layar lipat pertamanya diluncurkan. Foto/ist
A+ A-
SHENZHEN - Di tengah tekanan Presiden Trump, Huawei akhirnya mengumumkan rencana peluncuran ponsel layar lipat pertamanya, Mate X. Handphone terkonfirmasi diluncurkan pada September mendatang.

Pada Februari lalu, Huawei telah mengumumkan ponsel lipat pertama, Mate X. Perangkat ini awalnya dijadwalkan tiba pada akhir bulan Juni. Tetapi kemudian seluruh larangan perdagangan dengan AS merusak rencana raksasa teknologi China tersebut. Lalu laporan baru dari CNBC dan The Wall Street Journal mengklaim perangkat canggih itu dijadwalkan tiba pada September.

Menurut Juru Bicara Huawei, Mate X akan diluncurkan secara global dengan fokus pada pasar di mana infrastruktur 5G sudah dikerahkan. Selain itu, merujuk masalah pada Galaxy Fold, Huawei mengatakan, Mate X sedang melalui pengujian ekstensif untuk memastikan unit benar-benar siap untuk peluncuran massal.



Huawei juga bekerja dengan operator seluler dan pengembang aplikasi untuk memastikan perangkat akan menawarkan pengalaman "bintang". Juru bicara itu juga mengklarifikasi larangan Pemerintah AS tidak akan memengaruhi kemampuan Mate X untuk menjalankan Android dan aplikasi Google seperti yang diumumkan sebelum daftar hitam dirilis.

Baru kemarin regulator 3C China memberikan sertifikasi Mate X. Ini penanda pengguna di pasar China bisa menjadi yang pertama untuk mendapatkan akses ke ponsel layar lipat tersebut. Mate X akan tersedia dalam warna Interstellar Blue dengan harga Rp22 juta. Sebelumnya dikabarkan, sebuah toko online di China berani mendatangkan Mate X pada akhir Juni dengan harga Rp52 juta per unit.
(wbs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak