alexametrics

Waspada Trik Scammer Curi Uang Lewat Google Calender

loading...
Waspada Trik Scammer Curi Uang Lewat Google Calender
Google mengingatkan penggunanya agar berhati-hati terhadap trik para scammer melakukan penipuan melalui Google Calender. Foto/ist
A+ A-
MOUNTAIN VIEW - Berbagai cara digunakan para scammer untuk mengambil keuntungan dari para pengguna internet. Salah satu media terbarunya menggunakan aplikasi default Google Calender.

Scammers menggunakan fitur ini guna mendapatkan informasi perbankan pribadi pengguna. Seperti rekening bank ataupun data pribadi penting lainnya yang dapat digunakan untuk menyedot uang dari rekening bank atau broker.

Dilansir dari Phone Arena, Senin (24/6/2019), para scammer akan otomatis menambahkan undangan ke jadwal pengguna Google Calender. Walaupun pengguna belum memberikan tanggapan terhadap undangan tersebut. Nantinya, undangan itu pun memberikan notofikasi pengingat kepada pengguna.



Pada agenda tersebut tertulis bahwa pengguna telah memenangkan undian. Agenda tersebut disertai tautan yang berisikan formulir untuk diisi informasi pribadi agar bisa membawa pulang hadiah.

Para scammer juga bisa membuat pemberitahuan ini muncul beberapa kali hingga tombol tautan diklik oleh pengguna. Karena pemberitahuan ini berasal dari aplikasi default Google, maka banyak pengguna yang akan terkecoh.

Agar tak menjadi korban, berikut langkah agar terhindar dari para scammer. Pertama, buka Google.com/calendar dari browser di desktop. Lalu klik di sisi kanan layar atas ada ikon roda gigi kemudian pilih pengaturan.

Kemudian pilih pengaturan Event. Di bawah opsi "Secara otomatis menambahkan undangan," ubah pengaturan menjadi "Tidak, hanya perlihatkan undangan yang telah saya balas".

Lalu gulirkan sedikit ke bagian dan pilih "tampilkan acara yang ditolak". Hal ini mencegah undangan palsu muncul meskipun telah ditolak.
(mim)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak