alexametrics

Keren, Rumah Sakit Islam Ini Gunakan Big Data untuk Layani Pasien

loading...
Keren, Rumah Sakit Islam Ini Gunakan Big Data untuk Layani Pasien
Manajemen RS YARSI saat menjelaskan kepada Wapres Jusuf Kalla dalam peresmian rumah sakit Islam yang berbasis Big Data tersebut di Jakarta. Foto/ist
A+ A-
JAKARTA - Rumah sakit (RS) Islam sering dianggap sebelah mata, bahkan oleh umat Muslim sendiri. Hal ini coba diluruskan oleh RS YARSI yang baru saja diresmikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Salah satu strategi untuk meluruskan pandangan salah tentang layanan di RS adalah dengan menerapkan teknologi terkini dalam operasionalnya. "Kami mempunyai misi menjadi RS berlandaskan Islam dengan pelayanan kesehatan bermutu tinggi dan berstandar internasional. Visi ini kami jabarkan salah satunya melalui menjadi RS rujukan dengan dukungan iptek dan penelitian kedokteran," ungkap Direktur Utama RS YARSI, Mulyadi Muchtiar di Jakarta.

RS ini, lanjut Mulyadi, menggunakan peralatan dengan teknologi tercanggih. Peralatan itu pun didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten. "Kami ingin masyarakat Indonesia percaya dengan kemampuan dan fasilitas yang dimiliki RS di dalam negeri. Bangsa ini adalah bangsa yang besar dan mempunyai sumber daya yang besar juga, sudah seharusnya layanan kesehatan pun mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri," paparnya.



Bukti kemampuan itu dijabarkan pihak RS YARSI dengan mengembangkan beberapa center of excellence (CoE) yang diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik dalam perawatan pasien. CoE itu antara lain, Acute and Trauma Service Center yang didukung oleh medical evacuation menggunakan air ambulance yang berada di top roof atau lantai 17 RS. "Untuk fasilitas ini kami juga berkolaborasi dengan Basarnas untuk memberikan pertolongan kepada korban bencana," imbuhnya.

Selain itu, sebut Mulyadi, ada CoE Minimal Invasive Procedure, Day Surgery/Treatmen, Histopathologic Center yang disokong pelayanan patologi klinik, patologi anatomi, dan mikrobiologi klini. "Ada juga Kidney and Liver Tranplatantion. Dan banyak layanan kesehatan lainnya," pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Pelayanan Medis RS YARSI, Andi Erlina, mengatakan, menyambut era Industri 4.0 dan Society 5.0, rumah sakit telah mengembangkan pelayanan dengan konsep digital hospital. Ini merupakan future healthcare yang menjadi tantangan perumahsakitan di Indonesia.

"Kami konsisten mengimplementasikan Hospital Information System yang terintegrasi pelayanan electronic medical record (e-MR), electronic prescribing, laboratory information system (LIS) yang didukung secara komprehensif oleh Picture Archiving and Communication System (PACS)," tuturnya seraya menambahkan, RS YARSI juga menjalin kerja sama dengan beberapa platform untuk mendukung registrasi online.

Demi mendukung dunia pendidikan kesehatan, pihak RS ikut mengembangkan konsep teleconference untuk para mahasiswa. Tujuannya, agar mereka bisa menyaksikan live operation yang dibantu oleh dosen klinis dari kamar operasi.

Konsep teleconference juga akan dikembangkan untuk kerja sama pelayanan yang berkolaborasi dengan institusi di dalam dan luar negeri. "Konsep digital hospital ini akan terus dikembangkan sehingga mampu membangun mobile application yang integrated dengan RS YARSI sehingga mampu memberikan informasi klinis pasien, mengelola data, atau mengedukasi," tutur Erlina.

Pada akhirnya, kata dia, ini akan terintegrasi menjadi Big Data yang mampu mendukung peningkatan pelayanan, kepuasan pasien, tata kelola yang unggul serta mengintegrasikan antara pelayanan, pendidikan, dan penelitian.
(mim)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak