alexametrics

Nenek Moyang Hiu Tertangkap Sedang Berenang di Dasar Lautan

loading...
Nenek Moyang Hiu Tertangkap Sedang Berenang di Dasar Lautan
hiu abu-abu atau hiu sisir, yang dikenal secara ilmiah dengan nama latin Hexanchus griseus. FOTO
A+ A-
CALIFORNIA - Hiu prasejarah yang dianggap telah punah berhasil ditemukan yang merupakan nenek moyang hewan air tersebut. Hiu prasejarah hidup selama periode Devon, saat hewan berkaki empat mulai mendominasi proses evolusioner.

Direktur Program Penelitian Hiu di Florida, Gavin Naylor, berbagi video luar biasa hiu abu-abu atau hiu sisir, yang dikenal secara ilmiah dengan nama latin Hexanchus griseus

Ini bukan pertama kalinya para ilmuwan bertemu dengan hewan yang mereka pikir sudah punah, sebelumnya mereka menemukan kura-kura di Kepulauan Galapagos yang mereka yakini punah. Luar biasa karena mereka berhasil menemukannya lagi setelah kehilangan jejaknya selama 110 tahun.



Tanpa diragukan, dan tidak bisa dibantah, alam adalah salah satu misteri terbesar yang mengelilingi dunia kita, dan selalu ada misteri baru setiap hari, yang menunggu untuk kita pecahkan.

Sebelumnya, para peneliti menduga bahwa hiu itu memiliki rahang tanpa gigi. Namun, baru-baru ini analisis baru menemukan ia mempunyai gigi.

Michael Coates, seorang profesor di Department of Organismal Biology and Anatomy di University of Chicago, yang merupakan peneliti utama studi ini, mengatakan bahwa hiu tersebut tidak seperti fosil hiu lainnya yang sudah berantakan saat ditemukan. Hiu prasejarah ini ditemukan dengan tulang-tulang yang masih pada tempatnya.

Para ilmuwan melakukan pemindaian pada hiu prasejarah itu, satu-satunya yang pernah ditemukan pada periode Devon, untuk menemukan bahwa hiu dan nenek moyang manusia berpisah sekira 440 juta tahun lalu selama periode Silurian.

Fosil tersebut juga mengungkap banyak informasi tentang sejarah evolusioner hiu. "Fosil itu mengungkapkan informasi baru tentang keragaman hiu terdahulu yang belum pernah kita akses sebelumnya," kata Coates.

Namun, informasi baru ini juga mempersulit pemahaman para peneliti tentang keturunan ikan hiu. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa evolusi hiu memiliki lebih banyak cabang daripada yang diketahui sebelumnya, beberapa di antaranya terkonvergensi. Hal ini menyebabkan perkembangan ciri hiu modern, seperti insang ganda dan tenggorokan panjang.

Temuan penelitian baru telah dipublikasikan di jurnal Proceedings of the Royal Society B. Demikian dilansir dari International Business Times.
(wbs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak