alexametrics

Didenda USD5 Miliar Karena Pencurian Data, Saham Facebook Justru Naik

loading...
Didenda USD5 Miliar Karena Pencurian Data, Saham Facebook Justru Naik
Saham Facebook naik jampir 2% pascasanksi USD5 miliar yang dijatuhkan Komisi Perdagangan AS karena kasus pencurian data jutaan akun pengguna media sosial tersebut. Foto/Ist
A+ A-
MENLO PARK - Komisi Perdagangan Federal AS telah menjatuhkan denda USD5 miliar atau sekitar Rp70 triliun kepada Facebook karena terbukti melakukan pencurian data penggunanya. Uniknya, hal itu justru mendongkrak nilai saham Facebook.

Facebook dan Komisi Perdagangan Federal (FTC) AS sendiri telah menyetujui penyelesaian pembayaran denda menunggu lampu hijau dari Departemen Kehakiman. Langkah ini dipandang hanya sebagai langkah prosedural dengan sedikit kemungkinan untuk perubahan denda.

Laman GSM Arena melaporkan, penyelidikan dimulai pada awal 2018 setelah terungkap bahwa data pengguna yang dibagikan Facebook dengan perusahaan analitik Cambridge Analytica digunakan untuk mempengaruhi kampanye Pilpres 2016. Selanjutnya, praktik kontroversial lainnya terungkap, seperti kata sandi Instagram yang disimpan dalam teks normal.



Denda itu sendiri telah mencapai rekor. Denda terbesar kedua karena melanggar perintah FTC hanya USD22,5 juta yang dilayangkan ke Google pada 2012.

Denda besar dianggap sebagai pukulan telak bagi raksasa teknologi manapun. Positifnya, hal ini bisa meningkatkan kebijakan perusahaan dalam menangani data pengguna yang sensitif. Investor tampaknya berpikir itu sehingga pasar saham bereaksi dengan kenaikan harga saham Facebook hingga 1,8%. Meskipun sebenarnya Facebook hanya menyiapkan dana sekitar USD2 miliar untuk menunaikan denda.
(mim)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak