alexametrics

Galaxy Note10 dan iPhone 11 Jadi Bukti Huawei Pimpin Industri

loading...
Galaxy Note10 dan iPhone 11 Jadi Bukti Huawei Pimpin Industri
Patut diakui Huawei belakangan menjadi titik sentral pengembangan handphone di kelas flagdhip. Foto/ist
A+ A-
JAKARTA - Apple dan Samsung telah berada di garis depan industri smartphone selama bertahun-tahun. Keduanya bertanggung jawab atas beberapa tren terbesar di industri.

Tetapi sekarang mereka harus menjadikan pabrikan lainnya sebagai acuan desain handset-nya. Pabrikan yang dimaksud adalah Huawei.

Laman Phone Arena melaporkan, beberapa tahun lalu smartphone andalan Huawei jauh dari penawaran premium yang kita lihat sekarang. Banyak pihak melihatnya sebagai merek yang berusaha keras untuk meniru iPhone Apple atau Samsung Galaxy. Dan situasi ini berubah sepenuhnya setelah kedatangan Huawei P20 Pro pada awal 2018.



Sejak itu Huawei telah memimpin industri smartphone di sejumlah bidang. Berbagai perangkat yang mencoba meniru fitur-fiturnya adalah bukti kuat. Galaxy Note 10 dan iPhone 11 mungkin merupakan bukti terbaik dari pengaruh teknologi Huawei saat ini di pasar.

Meskipun pengaturan dual-kamera mulai menjadi populer pada 2016 berkat kedatangan LG G5 dan iPhone 7 Plus, tata letak tidak mencapai status arus utama sampai pertengahan 2017. Ketika itu Samsung akhirnya menyertakan dua sensor belakang pada Galaxy Note 8.

Mulai "Dilirik" Raksasa Teknologi Dunia
Galaxy Note10 dan iPhone 11 Jadi Bukti Huawei Pimpin Industri

Pada bulan Maret 2018, Huawei mengumumkan P20 Pro sebagai smartphone tiga kamera pertama di dunia. Flagship dengan cepat menjadi hit dan memaksa saingannya, Samsung, untuk bereaksi. Perusahaan asal Korea itu mengeluarkan smartphone quadruple-kamera beberapa bulan kemudian guna bersaing dengan Huawei.

Akhirnya konsep itu dilengkapi dengan kehadiran Galaxy S10 pada tahun ini yang tampil dengan tiga kamera belakang. Sekarang, untuk alasan yang sama persis, pengaturan serupa diharapkan dibawa Galaxy Note 10, sementara varian lebih besarnya akan mendapatkan sensor keempat.

Apa yang dilakukan Huawei memacu Samsung melalukan peningkatan perangkat keras pada kamera Galaxy. Kesimpulannya, hasrat Huawei berinovasi telah meningkatkan daya saing di industri ponsel cerdas dan pada gilirannya menguntungkan konsumen. Lagipula, tanpa fitur P20 Pro, perubahan penting ini tidak akan terjadi begitu cepat.

Bicara Apple lain lagi. Meskipun memproduksi beberapa perangkat yang luar biasa, Apple sangat keras kepala dalam menerapkan teknologi baru. Perusahaan lebih suka menggunakan kembali desain dan fitur-fiturnya kapan pun jika memungkinkan.

Tapi sekarang tidak bisa lagi. Hanya satu tahun setelah Huawei melakukan beragam inovasi, mulailah konsumen menuntut lebih banyak kepada pabrikan. Imbasnya, raksasa Cupertino itu tiba-tiba siap menambahkan kamera ekstra ke handphone premiumnya.

Mode Malam Tren Lewat Huawei P20
Galaxy Note10 dan iPhone 11 Jadi Bukti Huawei Pimpin Industri

Mode Malam adalah tren lain yang digagas oleh Huawei dengan P20 Pro. Mereka sebelumnya menggunakan sensor monokrom khusus yang menangkap detail ekstra guna menghasilkan foto cahaya rendah lebih baik.

Namun Night Mode yang didukung perangkat lunak membawa hal-hal fotografi ke tingkat yang sama sekali baru. Ini adalah sesuatu yang mungkin akan terjadi cepat atau lambat, Tapi fakta bahwa Huawei memiliki versi siap pakai pada awal 2018 menunjukkan dengan tepat seberapa jauh di depan kurva itu.

Google Night Sight tidak tiba sampai delapan bulan pasca P20 Pro muncul. Sementara Samsung masih berusaha untuk membuat [ilihan alternatif yang layak. Yang terakhir telah meningkatkan versinya sendiri melalui sejumlah pembaruan perangkat lunak tapi masih berjuang untuk mencapai hasil seperti Huawei.

Situasi Apple, di sisi lain, agak menggelikan pada saat itu karena tidak memiliki Mode Malam sama sekali. Hannya rumor terbaru menunjukkan kerja kerasnya pada yang akan diluncurkan bersamaan dengan seri iPhone 11 pada bulan September mendatang.

Huawei tentu tidak menciptakan modul kamera berbentuk persegi, tapi pastinya telah menjadi unit arus utama dengan menghadirkan tiga sensor sekaligus. Perusahaan itu sendiri tidak pernah mengungkapkan mengapa mereka memilih tata letak tertentu pada Mate 20 Pro tahun lalu, tapi kebocoran iPhone 11 dan Pixel 4 berikutnya menyarankan komposisi itu dapat memberikan hasil foto yang lebih baik.

Banyak orang sudah mulai menuduh Apple dan Google menyalin desain Huawei dengan sengaja, tapi ini pernyaan yang salam. Jika salah satu dari perusahaan-perusahaan ini ingin menyalin desain, mereka dapat memilih opsi yang jauh lebih populer.

Google memiliki kebebasan total ketika memilih desain baru karena upgrade dari pengaturan kamera tunggalnya sudah sangat kuno. Apple bisa saja memanjangkan tata letak vertikal dan menghindari semua kontroversi dalam prosesya.
Galaxy Note10 dan iPhone 11 Jadi Bukti Huawei Pimpin Industri

Apple dan Google tidak mungkin mengungkap, mengapa tata letak tertentu untuk kamera telah dipilih tahun ini. Hanya bisa dipastikan perangkat menawarkan semacam manfaat ketika fitur datang mengambil gambar.

Huawei telah benar-benar melakukan upaya selama dua tahun terakhir untuk meningkatkan masa pakai baterai perangkatnya. Hasilnya mereka membuat kemajuan yang signifikan di bidang pengisi daya cepat dan memperkenalkan pengisi daya 40W yang luar biasa. Bahkan awal tahun ini dikabarkan mencapai pengisian 55W. Sekarang, perubahan ini memaksa Samsung dan Apple untuk meningkatkan permainannya.

Flagship terbaru dari merek ini mendukung teknologi pengisian cepat 15W yang diperkenalkan beberapa tahun lalu. Meskipun segera ada peningkatan besar. Secara khusus, dengan kedatangan Galaxy Note 10 pada awal Agustus, perusahaan akan mengumumkan alternatif pengisian cepat 45W baru yang akan menyaingi teknologi Huawei secara langsung.
Galaxy Note10 dan iPhone 11 Jadi Bukti Huawei Pimpin Industri

Bagaimana dengan Apple? Terus terang Apple harus malu pada dirinya sendiri saat ini. Menjual ponsel yang harganya hingga USD1449, tapi dengan pengisi daya 5W adalah hal yang tidak bisa dimaafkan.Untungnya, pengaruh Huawei terhadap industri akhirnya tampak telah memicu reaksi dari perusahaan yang dilaporkan bersiap mengirim seri iPhone 11 dengan pengisi daya cepat 18W sebagai standar setelah bertahun-tahun keluhan dari pelanggan.

Sementara pada topik teknologi pengisian daya, fakta pengisian nirkabel balik akan menjadi fitur standar di segmen unggulan. Ini adalah bukti lebih banyak lagi inovasi yang dilahirkan Huawei sebagai pemimpin saat ini.

Teknologi ini memungkinkan smartphone kompatibel supaya bisa digunakan untuk mengisi daya pada perangkat yang dapat dikenakan (wearable), ponsel, dan perangkat lain melalui pengisian nirkabel, pertama kali diperkenalkan pada bulan Oktober di Mate 20 Pro. Samsung dengan cepat mengumumkan alternatifnya yang disebut Wireless PowerShare pada bulan Februari dan sekarang Apple dikabarkan akan membuat versinya sendiri.

Warna Gradien Galaxy Note 10 Terinspirasi Huawei
Galaxy Note10 dan iPhone 11 Jadi Bukti Huawei Pimpin Industri

Warna hitam, putih, perak, dan emas pada dasarnya adalah warna yang paling umum di industri smartphone. Hal ini terutama berlaku di segmen andalan, meskipun jika perusahaan merasa suka berpetualang atau hanya bertujuan untuk menarik pegguna yang lebih muda.

Bersamaan dengan P20 Pro, pabrikan smartphone terbesar kedua di dunia meluncurkan opsi warna gradien baru yang disebut Twilight. Itu bertemu dengan sejumlah besar skeptisisme tetapi berhasil menarik perhatian konsumen dan menjadi hit besar di kalangan konsumen.

Popularitas ini mendorong merek lain seperti Xiaomi untuk mengembangkan alternatifnya sendiri untuk semua jenis smartphone, bukan hanya flagship. Tetapi sekarang, seperti yang diungkapkan oleh bocoran pers baru-baru ini, Samsung menciptakan opsi gradien untuk Galaxy Note 10 yang sangat mirip dengan Breathing Crystal milik Huawei P30 Pro.

Bagaimana pendapat Anda? Siapa sebenarnya yang menjadi pioner dalam industri smartphone?
(mim)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak