alexametrics

Handphone Wildfire E Jadi Sinyal HTC Balik ke Segmen Ponsel Murah

loading...
Handphone Wildfire E Jadi Sinyal HTC Balik ke Segmen Ponsel Murah
Handphone disokong baterai 3.000 mAh, Android 9 Pie, dukungan 4G LTE, jack headphone 3.5mm, dan port micro-USB yang ketinggalan zaman. Fot/ist
A+ A-
TAIPE - Bisnis ponsel pintar HTC telah menyusut sehingga memaksa mereka mundur dari segmen yang tidak menguntungkan. Lalu mengalihkan fokusnya ke pasar utama dan pasar menengah ke atas.

Namun menurut sumber internal perusahaan, HTC kemungkinan segera membuat kejutan kembali ke segmen handphone dengan banderol murah. Pabrikan asal Taiwan itu dilaporkan sedang mempersiapkan smartphone yang agak kompak di bawah branding Wildfire E.

Laman Giz China mencatat, unit bakal tiba bersama layar LCD seluas 5,45 inci dengan rasio aspek 18:9 resolusi HD + (1440 x 720p). Agaknya panel akan dipasangkan dengan bezel samping yang relatif ramping.



Sementara bagian bawah dan atasnya cukup tebal. Pada bagian depan, HTC menempatkan kamera selfie 5 MP.

Namun belum diketahui apakah Wildfire E akan menampilkan panel belakang plastik, kaca, atau aluminium. Terlepas dari itu, laporan mengungkap HTC mengadopsi pengaturan dua kamera yang terdiri dari 13 MP sebagai sensor utama dan sensor kedalaman 2 MP untuk foto potret yang lebih baik.

Di bagian dalam, laporan menunjuk kehadiran prosesor low-end, octa-core yang pertama kali diperkenalkan tahun lalu. Chipset diproduksi oleh perusahaan yang sebagian besar orang tidak pernah mendengarnya, yakni UniSoC.

"Otak" tersebut dipasangkan dengan RAM 2 GB dan penyimpanan 32 GB. Handphone disokong baterai 3.000 mAh, Android 9 Pie, dukungan 4G LTE, jack headphone 3.5mm, dan port micro-USB yang ketinggalan zaman.

Awalnya HTC berencana meluncurkan Wildfire E di Rusia, tapi mungkin akan memperluas ketersediaannya ke pasar lain.
(mim)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak